Pangdam XIV/Hsn Ajak Masyarakat Sadar Kamtibmas

Jakarta,IDM – Pangdam XIV/Hsn Mayjen TNI Totok Imam Santoso menghadiri kegiatan forum komunikasi Kamtibmas Kapolda Sulsel dengan para Kapolres, Kasat Binmas, Kanit Babinkamtibmas dan Babinkamtibmas di Makassar. Selasa (18/10).
Dalam pengarahannya, Totok menyampaikan bahwa mewujudkan kamtibmas tidaklah mudah karena adanya beberapa faktor seperti kemajuan iptek, kebutuhan hidup, kestabilan ekonomi dan lain-lain.
“Guna menanamkan tujuan sasaran penanaman sadar Kamtibmas masyarakat yakni dengan kerja sama, sinergi kolaborasi dan integrasi TNI Polri serta komponen bangsa lainnya, sehingga dapat menuju Sulsel yang lebih baik,” ujarnya.
Mantan Danpussenarmed ini juga turut mengajak untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kamtibmas, karena menurutnya kesadaran masyarakat akan Kamtibmas masih kurang.
Oleh karenanya perlu memberikan edukasi dan sosialisasi, melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan dan tatap muka serta mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Masyarakat harus lebih dewasa dan bijak dalam menghadapi perkembangan global serta semua komponen harus sinergi dan terpadu sesuai fungsi,” pesan Totok. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































