Pangdam XII/Tpr Jenguk Ojek Online Korban Pemukulan Oknum Anggotanya

Jakarta, IDM – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael menjenguk Teguh Sukma Jaya (48), Ojek Online korban pemukulan oknum TNI di Pontianak yang saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Medika Jaya, Kota Pontianak, Senin (22/9).
Dilansir dari keterangan Pendam XII/Tanjungpura, Selasa (23/9) kedatangan Jamallulael sebagai wujud empati dan juga memberikan dukungan moril serta permohonan maaf kepada korban dan keluarga. Ia juga memastikan bahwa penanganan kasus ini tetap berjalan secara profesional dan transparan.
Jamallulael mengakui oknum TNI yang melakukan pemukulan Ojol tersebut memang anggotanya. Dirinya akan tetap memberikan hukuman kepada oknum anggotanya yang bersalah.
Baca Juga: TNI Pastikan Proses Hukum Prajurit yang Pukul Pengendara Ojol di Pontianak Tetap Berjalan
"Jadi kita harus konsekuen dan sebagai bukti empati, saya datang ke sini melihat korban dan saya bertemu keluarganya. saya mohon maaf atas nama institusi. Biarpun saya tahu pada proses ini kejadiannya bukan antara institusi dengan institusi," tegasnya.
Ia menyampaikan dari laporan yang ia terima kasus ini disebabkan adanya gesekan personal di lapangan. Kemungkinan emosi pelaku meluap sehingga terjadi hal seperti itu. Kejadian tersebut tidak ada unsur intimidasi maupun pengeroyokan tetapi respon sesaat.
"Yang penting itu, tapi kalau sampai ada pengeroyokan berarti ada sesuatu yang salah tapi kalau emosi sesaat, ya saya bilang, siapa aja bisa mengalami hanya tinggal bagaimana dia mengendalikan emosinya," kata Jamallulael.
Baca Juga: 12 Personel TNI AU Tuntaskan Pelatihan Elektrik dan Aviasi Pesawat A-400M di Spanyol
Pangdam meyakinkan proses hukum terhadap pelaku terus berjalan. Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada dua saksi yang diambil keterangan kemudian pelakunya juga sudah ditahan di Pomdam XII/Tpr.
"Nah nanti kalau beliau ini pak Teguh ini sudah recovery, dia dan saksi akan kita ambil keterangan sehingga kita tahu betul nih kenapa bisa seperti itu. Kalau sekarang kan masih ngambang-ngambang lah kira-kira. Hukum kan nggak bisa dikira-kira harus jelas," tegasnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































