Pangdam V/Brawijaya: Seluruh Personel Akan Dikerahkan untuk Program Ketahanan Pangan

Jakarta, IDM – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay menegaskan jika dirinya bakal mengerahkan seluruh personilnya dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.
Upaya itu, kata Pangdam, nantinya akan berlaku hingga jajaran Koramil yang ada di wilayah teritorial Kodam.
Baca Juga: Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang, TNI Bangun Dapur Lapangan
“Semuanya akan kita kerahkan, hingga Babinsa sekalipun. Selama ini semua sudah berjalan, termasuk soal pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa kepada petani,” kata Pangdam saat apel siaga alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian RI beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan)Andi Amran Sulaiman yang juga hadir dalam apel tersebut mengatakan beberapa usulan terkait upaya meningkatkan ketahanan pangan yang disampaikan oleh Pangdam dan pihak Pemprov Jatim telah diterima oleh dirinya.
Baca Juga: KSAL dan 4 Pemimpin AL Dunia Peringati Tiga Tahun KRI Nanggala
“Diharapkan Pemprov Jatim bersinergi dengan TNI, Polri dan Kejaksaan dalam melakukan pengawasan pangan, serta ikut serta dalam ketahanan pangan,” kata Mentan. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































