Pangdam IM Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Alutsista, Ukur Kesiapsiagaan Satuan

Jakarta,IDM - Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan memimpin apel gelar pasukan dan Alutsista TNI AD di lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh, Rabu (2/2).
Hasan mengatakan, perkembangan situasi stabilitas keamanan di wilayah Aceh dalam kondisi aman dan kondusif.
"Namun demikian, kita harus selalu waspada dan memiliki kesiapan dalam mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang kemungkinan terjadi," tegas Hasan.

Apel gelar pasukan ini memiliki makna sangat penting, karena sebagai salah satu bentuk sederhana untuk mengukur kesiapsiagaan satuan jajaran Kodam Iskandar Muda dalam melaksanakan tugas-tugas Kodam sebagai bagian integral dari TNI AD yang merupakan komponen utama pertahanan negara.
"Ini juga sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI AD ke publik khususnya terhadap Alutsista yang telah dibiayai rakyat untuk mewujudkan TNI AD yang kuat dan sebagai edukasi kepada masyarakat agar mencintai TNI, dengan mengenal lebih dekat," ucap mantan Danjen Kopassus ini.

Kepada seluruh unsur Komandan, Hasan memerintahkan agar senantiasa memelihara kesiapan operasional satuannya.
"Yakinkan bahwa dalam setiap melaksanakan tugas apapun, tiap perorangan mengerti tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga tidak ada lagi keragu-raguan dalam bertindak. Kepada seluruh prajurit Kodam IM agar selalu mempedomani perintah harian Kasad," tegas Pangdam IM.

Usai apel gelar pasukan, Pangdam didampingi PJU Kodam IM bersama awak media mengecek prajurit dan melihat secara langsung kondisi Alutsista TNI AD yang dimiliki jajaran Kodam Iskandar Muda.
Apel gelar pasukan dan Alutsista tersebut juga diikuti Kasdam IM Brigjen TNI Wachid Apriliyanto, Irdam IM Brigjen TNI Niko Fahrizal, Kapok Sahli Pangdam IM, Brigjen TNI Primadi Saiful Sulun dan para pejabat utama Kodam IM serta ribuan prajurit se-garnizun Banda Aceh dan Aceh Besar. (nhn)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































