HANKAM

Pangdam III/Slw Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam

Pangdam III/Slw Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam
( Dok : Pendam III/Slw )

Bandung, IDM - Pangdam III/Slw Mayjen TNI Agus Subiyanto menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam tahun 2021 dengan tema “Melalui Sinergitas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, TNI, Polri dan instansi terkait serta elemen masyarakat siap menghadapi ancaman bencana Hidrometeorologi di Jawa Barat” di wilayah Jawa Barat yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertempat di Halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/11).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang bertindak sebagai pimpinan acara mengatakan, jika di Jawa Barat ada sekitar 5000 Desa Kelurahan, sekitar 19 Desa masuk katagori bencana resiko tinggi dan 3500 skala bencana sedang, dari bencana itu ada 242 Desa sekala tinggi bencana longsor, mayoritas kebencanaan sampai dengan saat ini ada di Jabar Selatan, mayoritas kebencanaan paling banyak ada di Kabupaten Bogor.

“Jadi Wakapolda dan Pangdam dari seluruh wilayah per hari ini catatan Jabar Selatan dan di Jabar selatannya Kabupaten Bogor harus kita berikan atensi yang lebih maksimal,” ajak Gubernur.

Ridwan Kamil yakin jika sinergi antara rakyat satu komando, dan satu arahan, maka kebencanaan akan berkurang.

“Dimana rakyat Jawa Barat kompak di situ kita meraih kemenangan dan keberhasilan, kebencanaan juga sama dimana yang warna-warni ini (TNI, Polri, BPBD, Pol PP, Basarnas, Damkar) kompak, satu komando, satu arahan, saya yakin kebencanaan akan berkurang," ucap pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Dalam kesempatan itu Pangdam III/Slw memperlihatkan kendaraan dapur umum lapangan canggih, yang sewaktu-waktu siap dioperasionalkan, kendaraan dapur lapangan (Ran Durlap) ini memiliki sumber listrik, LPG dan dapur terintegrasi dalam kendaraan dengan kapasitas sekali masak 500 porsi.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat mengapresiasi atas partisipasi Kodam III/Slw yang telah menyiapkan kendaraan dapur lapangan sebagai kesiapan pasokan makanan apabila terjadi bencana sehingga pemenuhan kebutuhan dasar aman terkendali.

Turut hadir pada acara tersebut Wakapolda Jabar, Kalak BPBD Provinsi Jabar, dan Kapolrestabes Bandung serta Dandim 0618/Kota Bandung, sementara personel yang terlibat apel kesiapsiagaan TNI 100 orang, POLRI 100 orang, BPBD 40 orang, Damkar 25, Basarnas 25 dan POL PP 6, Jumlah 296 orang. (nhn/yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.