HANKAM

Pangdam III/Slw Cek Latihan Aksi-Reaksi Serangan Pemukiman Yonif R 301/PKS

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo
Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo sambangi Yonif R 301/PKS, Kamis (3/8). (Foto: Dok. Penerangan Kodam III/Slw)

Sumedang, IDM - Dalam rangka memastikan pembinaan satuan berjalan secara terarah dan benar, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo sambangi Yonif R 301/PKS, Kamis (3/8).

Menurut Kapendam III/Slw Kolonel Inf Adhe Hansen melalui rilis Sabtu, (5/8) salah satu hasil pembinaan Latihan Dalam Satuan ditampilkan saat menyambut Kunjungan Pangdam III/Slw berupa demonstrasi Sermukim (Serangan Pemukiman) oleh para prajurit Yonif R 301/PKS. Dalam demonstrasi tersebut ditunjukkan bagaimana gerakan aksi dan reaksi prajurit dalam melakukan serangan.

Pangdam merasa bangga karena satuan jajarannya selalu mencari solusi dan terus melatih diri untuk meningkatkan kemampuannya dengan melaksanakan pembinaan Latihan Dalam Satuan.

Baca Juga: Pangdam XIV/Hasanuddin dan Gubernur Sulsel Ikuti Aksi Bersih Pantai

"Salah satu efek dari pembinaan internal dengan melakukan latihan aksi-reaksi adalah dapat menghasilkan output tentang feeling, akurasi, daya tahan serta kecepatan yang baik," tutur Pangdam.

Kodam III/Siliwangi
(Foto: Dok. Penerangan Kodam III/Slw)

Dalam pengarahannya, Pangdam III/Slw mengatakan bahwa untuk melatih dan meningkatkan kemampuan perlu adanya sarana pendukung yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut hingga tercapai tujuan dan sasaran.

"Dengan adanya sarana-sarana yang terus dilengkapi, mudah-mudahan bisa mengantar pencapaian hasil latihan secara holistik dari semua aspek baik psikis, teknik dan alam," ujar Pangdam.

Baca Juga: Resmikan Lanal Dumai, KSAL: Simbol Dedikasi TNI AL Jaga Keamanan Negara

Ditegaskannya bahwa rasa sakit saat melaksanakan latihan merupakan impact pelajaran terbaik, karena pada dasarnya latihan yang sebenarnya akan memberikan gambaran saat berada di daerah penugasan nantinya.

"Kalian semua sudah mendidik diri, tidak perlu bicara masalah jarak dan musuh, namun semua mesti kembali pada peningkatan kesiapan diri sendiri terlebih dahulu. Karena semakin mengerti tingkat kritisnya, disitulah akan menghasilkan sikap rendah hati, selalu tanggap dan memahami rasa dan resiko," jelas Pangdam.

Diharapkan Latihan Dalam Satuan menjadi proses kaderisasi dan regenerisasi dalam manajemen masing-masing diri prajurit. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.