Pangdam Cenderawasih Soroti Rekonsiliasi Adat sebagai Pilar Keamanan Papua

Jakarta, IDM – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat rekonsiliasi sosial di Papua Pegunungan kembali ditunjukkan melalui tradisi adat patah panah, simbol perdamaian antara Suku Lanny dan Suku Yali.
Momentum budaya yang sarat makna tersebut mendapat apresiasi langsung dari Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang saat menghadiri prosesi adat di Lapangan Apel Polres Jayawijaya, Wamena.
Tradisi patah panah menjadi penanda kuat berakhirnya konflik antarkelompok sekaligus komitmen bersama untuk mengedepankan jalur dialog dan persaudaraan.
Baca Juga: Perkuat Kepemimpinan Satuan, Ratusan Perwira TNI Lulus Sekkau A-118 dan Penyetaraan A-1
Prosesi ini diprakarsai oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya Herman Doga bersama Ketua LMA Lanny Jaya Thias Kogoya, dengan menghadirkan tokoh adat, unsur pemerintah, dan aparat keamanan.
Dalam prosesi tersebut, kedua suku menyatakan kesepakatan untuk menghentikan konflik serta menjaga harmoni demi mencegah munculnya korban jiwa dan gejolak sosial di wilayah Papua Pegunungan.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menilai langkah damai melalui pendekatan kearifan lokal menjadi bagian penting dalam memperkuat keamanan berbasis masyarakat di Papua.
“Kodam XVII/Cenderawasih mengapresiasi semua pihak yang telah duduk bersama untuk mewujudkan perdamaian ini. Tradisi adat seperti ini membuktikan bahwa Papua memiliki kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan menyelesaikan konflik secara bermartabat,” ujar Febriel.
Baca Juga: Buka Akses Pedalaman, TNI AD Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tenggara
Ia menegaskan terciptanya kondisi aman dan damai akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mari sama-sama kita jaga Papua tetap damai dan aman, sehingga masyarakat bisa hidup sejahtera dan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tegas Pangdam.
Adapun kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Kapolda Papua Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi, para kepala daerah, Forkopimda, unsur TNI-Polri, serta perwakilan masyarakat adat dari kedua suku.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































