HANKAM

Pangdam Cenderawasih Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Jayapura, Dorong Kesejahteraan dan Kemandirian Warga

Pangdam Cenderawasih
Pangdam Cenderawasih resmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Jayapura. (Foto: Dok. Kodam Cendrawasih)

Jakarta, IDM – Komitmen memperkuat pembangunan masyarakat Papua dari tingkat kampung terus digelorakan Kodam XVII/Cenderawasih.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus Kampung Binaan Kodam XVII/Cenderawasih di Kampung Kendate, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Peresmian ini jadi salah satu wujud sinergi antara pemerintah, TNI dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, khususnya masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan.

Momentum peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengibaran Bendera Merah Putih.

Baca Juga: KSAU Serahkan 46 Ton Bantuan TNI AU untuk Korban Gempa NTT

Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak sekadar menjadi pembangunan fisik, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat aktivitas ekonomi, pelayanan masyarakat serta kesejahteraan warga Kampung Kendate.

Pangdam XVII/Cenderawasih menegaskan, keberadaan program tersebut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah dan TNI, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya berharap program yang diserahkan oleh pemerintah ini dapat memberikan kesejahteraan dan pelayanan yang baik bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di kampung nelayan, sehingga kehidupan masyarakat di sini tentunya dapat menjadi lebih baik,” ujar Febriel.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih memiliki arti strategis bagi masyarakat pesisir.

Selain mendukung kebutuhan dasar warga, keberadaan berbagai fasilitas pendukung diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan dan membuka ruang pengembangan ekonomi lokal.

Kepala Kampung Kendate Ibrahim Waisamon menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah dan Kodam XVII/Cenderawasih yang ikut mendorong pembangunan di wilayahnya.

Masyarakat berharap program tersebut dapat menjawab sejumlah kebutuhan mendasar, mulai dari akses jalan, sarana pendukung aktivitas nelayan hingga pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat.

Harapan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kampung perlu diarahkan secara terintegrasi.

Baca Juga: Pembersihan 11 Titik, TNI AD Angkut 5,5 Ton Sampah di Kali Angke Jakarta

Infrastruktur yang dibangun tidak hanya harus tersedia, tetapi juga harus mampu mendukung mobilitas masyarakat, meningkatkan produktivitas dan memperkuat mata pencaharian warga.

Maka dari itu, Pangdam menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Warga pun diharapkan ikut menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung setiap tahapan pembangunan sehingga berbagai fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Pangdam Buka Jalan bagi Generasi Muda Papua

Pangdam XVII/Cenderawasih juga merespons harapan masyarakat terkait pembinaan generasi muda Papua yang memiliki cita-cita menjadi prajurit TNI.

Febriel menegaskan seluruh anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses penerimaan prajurit TNI selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Namun, ia mengingatkan keinginan saja tidak cukup. Calon prajurit harus mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kesehatan, kemampuan maupun kesiapan mental.

Baca Juga: TNI AD Gelar Komsos dengan Ulama Aceh Pascapengibaran Bendera Bulan Bintang

“Untuk menjadi anggota TNI tentu harus dipersiapkan. Tidak cukup hanya memiliki keinginan, tetapi harus sehat, memiliki kemampuan dan kesiapan mental serta pikiran yang baik,” tegas Pangdam.

Tak hanya berbicara mengenai persiapan, Pangdam juga memberikan penegasan mengenai prinsip penerimaan prajurit TNI yang bebas biaya.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang. Apabila ditemukan praktik semacam itu, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Bagi masyarakat Papua, kesempatan untuk menjadi prajurit TNI merupakan salah satu ruang pengabdian kepada negara.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.