HANKAM

Pangdam Cenderawasih Dorong Masyarakat Kuasai BHD, Bekal Pertolongan di Menit Kritis

Pangdam Cenderawasih
Pangdam Cenderawasih dorong masyarakat kuasai BHD, bekal pertolongan di menit kritis. (Foto: Dok. Kodam Cendrawasih)

Jakarta, IDM – Kemampuan memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu bekal penting yang perlu dimiliki masyarakat untuk menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Berangkat dari hal itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang mendorong pelajar, mahasiswa, dan masyarakat sipil menguasai teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP).

Hal itu diungkapkan Pangdam saat menghadiri pelatihan BHD dan RJP bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat sipil di Rumah Sakit TK II Marten Indey, Jayapura, Sabtu (19/9).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat sebelum korban memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

Pelatihan diikuti siswa SMA, siswa Akper Marten Indey, serta masyarakat sipil. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai konsep dasar pertolongan, tetapi juga menjalani praktik BHD dan RJP secara langsung.

Baca Juga: Pesan Danpuspom TNI ke Personel Wallakir HUT ke-81 TNI: Tidak Perlu Arogan ke Masyarakat

Pangdam menilai kemampuan memberikan pertolongan pertama tidak semestinya hanya dipahami oleh tenaga kesehatan. Menurutnya, masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan dasar agar dapat mengambil tindakan yang tepat ketika berhadapan dengan kondisi darurat.

“Bantuan hidup dasar bukan sekadar keterampilan medis, tetapi pengetahuan kemanusiaan yang dapat dimiliki siapa saja. Ketika terjadi kondisi darurat, beberapa menit pertama sangat berarti,” tegas Febriel.

Febriel mengatakan keberanian untuk memberikan pertolongan harus dibarengi dengan pengetahuan dan teknik yang benar. Sebab, tindakan awal yang dilakukan sebelum bantuan medis tiba dapat menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan korban.

Pangdam secara khusus mendorong agar edukasi BHD dan RJP diperluas kepada generasi muda. Pelajar dan mahasiswa, kata dia, dapat menjadi bagian dari mata rantai edukasi keselamatan di lingkungan sekolah, kampus, keluarga, hingga masyarakat.

Baca Juga: Dua Penerbang Muda TNI AU Sukses Terbang Solo dengan Super Tucano

“Anak-anak muda yang hari ini belajar BHD dan RJP bukan hanya sedang belajar sebuah teknik, tetapi sedang mempersiapkan diri untuk menjadi orang yang mampu hadir ketika orang lain membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Menurutnya, pengetahuan tersebut memiliki nilai strategis karena dapat dibawa dan disebarluaskan oleh peserta ke lingkungan masing-masing.

Pelaksanaan pelatihan juga dirancang dengan pendekatan teori dan praktik. Peserta diberikan kesempatan mempraktikkan tindakan BHD dan RJP sehingga tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi juga memiliki pengalaman dalam melakukan pertolongan secara langsung.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan kehadiran Pangdam dalam kegiatan tersebut menunjukkan perhatian Kodam XVII/Cenderawasih terhadap peningkatan kesiapsiagaan dan pengetahuan masyarakat.

Baca Juga: TNI AD Beli Helikopter Mi-35M dari Rusia, Antarlogistik ke Papua hingga Bantuan Kemanusiaan

“Melalui kegiatan ini, Kodam XVII/Cenderawasih ingin mendorong agar pengetahuan tentang BHD dan RJP tidak berhenti di lingkungan rumah sakit atau tenaga kesehatan saja, tetapi dapat dipahami dan dipraktikkan secara tepat oleh pelajar maupun masyarakat,” jelas Tri.

Menurutnya, keterlibatan unsur pendidikan dan masyarakat dalam pelatihan tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dasar untuk merespons kondisi kegawatdaruratan.

Bagi Kodam, kemampuan memberikan pertolongan bukan hanya persoalan keterampilan, tetapi juga bagian dari kepedulian dan nilai kemanusiaan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.