Pangdam Bukit Barisan Tinjau Pos PPKM Kota Sibolga

Jakarta, IDM - Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin S.I.P.,M.M., dan Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Danrem 023/KS Kolonel Inf Febriel B Sikumbang, SH., M.M, Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex melakukan pengecekan kegiatan Pos PPKM Kelurahan Panombonan Kota Sibolga, Sabtu (11/09/21).
Pada kunjungan ke Posko PPKM Kota Sibolga Pangdam dan Kapoldasu melihat skema penerapan Pos PPKM. Pangdam menyampaikan sejauh ini saya telah melihat kinerja yang baik dan progresif dari tiga pilar yang ada di daerah. Baik Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Kesehatan dan khususnya Pemerintah Daerah dalam menangani Covid-19.
"Peran serta dan keberadaan Posko PPKM sangat membantu dalam upaya menekan penyebaran Covid-19," ucap Pangdam.
Pangdam juga mengingatkan kepada petugas garda terdepan penanganan Covid-19 mulai dari tenaga kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk senantiasa menjaga kesehatan.
"Pastikan sebelum menyehatkan masyarakat, anda harus sehat terlebih dahulu,” tegasnya.
Sebelum meninggalkan Pos PPKM Pangdam dan Kapoldasu memberikan bantuan kepada para Nakes, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Dinas kesehatan. (nhn/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































