HANKAM

Pam HUT ke-81 RI, Paspampres Siapkan Kendaraan Antidrone Koopsudnas dan Maung Arhanud

Edwin Adrian Sumantha
Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha memimpin gelar personel dan alutsista di Lapangan Hitam Mako Paspampres. (Foto: Dok. Pen Paspampres)

Jakarta, IDM – Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menyiapkan kendaraan antidrone dan Maung artileri pertahanan udara (arhanud) untuk rangkaian operasi pengamanan (pam) peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Para personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) digelar dalam apel gelar kesiapan pasukan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP yang dipimpin Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Senin (10/8).

Berbagai alutsista termutakhir, materiil, dan kendaraan operasional modern yang dimiliki oleh Paspampres ditampilkan dalam apel tersebut, di antaranya senapan Caracal dan senapan Dasan, ⁠SS1 V3 Croom, MP 7, berbagai macam pistol (G2 Combat, HK, Glock 17, Glock 19, Glock 43X, dan Sig Sauer), dan senjata serbu atau sniper SPR 3 Pindad serta AW.

Baca Juga: TNI AL Dorong Prajurit Ajak Santri Ponpes Masuk Bintara dan Tamtama

“Selain itu, turut disiapkan satu kendaraan antidrone Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) dan satu kendaraan Maung Artileri Pertahanan Udara,” kata Danpaspampres Mayjen Edwin dalam keterangannya kepada Indonesia Defense Magazine (IDM).

Kendaraan Maung Arhanud atau Maung MV3 mobile jammer merupakan mobil buatan PT Pindad untuk menangkal drone atau pesawat nirawak.

Kendaraan serupa pernah digunakan dalam pelantikan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2024. Maung MV3 juga pernah dipakai dalam pengamanan HUT ke-79 dan 80 RI.

Maung MV3 mobile jammer
Maung MV3 mobile jammer. (Foto: Dok. Pindad)

Selain itu, kendaraan taktis (rantis) turut disiagakan Paspampres untuk rangkaian pengamanan HUT tahun ini, di antaranya kendaraan CBRNE (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosive), kendaraan jammer, kendaraan kawal G500, kendaraan security G500, kendaraan P2 Komando, kendaraan Maung, serta motor kawal Goldwing.

Edwin mengatakan, gelar alutsista canggih tersebut sejalan dengan perkembangan karakteristik ancaman terkini yang tidak lagi hanya berupa tindakan fisik secara langsung.

Baca Juga: Bahas Hukum Laut di UHT Surabaya, Pakar hingga Akademisi Diajak Berlayar Bareng KRI Bima Suci

“Tetapi juga telah menggunakan teknologi drone, serangan siber, dan penyebaran informasi yang dapat memicu gangguan keamanan, hingga aksi individu maupun kelompok yang bergerak cepat dan sulit diprediksi,” kata Edwin.

Menurut Edwin, pengamanan VVIP harus dilakukan secara preventif dan proaktif dengan mengantisipasi setiap potensi ancaman sejak dini.

“Bagi Paspampres, keberhasilan bukan hanya ketika kita berhasil melumpuhkan ancaman, tetapi ketika ancaman itu sama sekali tidak pernah memiliki kesempatan untuk muncul. Itulah hakikat tugas pengamanan VVIP yang sesungguhnya,” ucap Danpaspampres.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.