PAL Resmi Serahkan KRI Radjiman Widyodiningrat-992 ke TNI AL

Jakarta, IDM - TNI AL resmi mendapatkan kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, yakni KRI Radjiman Widyodiningrat-992 buatan PT PAL Indonesia di Surabaya, Kamis (19/1).
Kapal bantu rumah sakit TNI AL itu merupakan yang kedua dibuat oleh PT PAL Indonesia, setelah sebelumnya KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang telah diserahterimakan pada Januari 2022 lalu.
Dikarenakan pembangunan kapal sudah mencapai 100 persen, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod resmi menyerahkan KRI Radjiman Widyodiningrat-992 kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

"Kapal bantu rumah sakit ini memiliki nilai manfaat yang tinggi, terutama dalam operasi militer selain perang dalam bakti kesehatan dan kepedulian sosial," kata Ali dikutip dari keterangan resmi PT PAL Indonesia.
Terlebih, mengingat fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan vital di tengah kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak pada zona rawan bencana serta populasi masyarakat yang tinggi.
"Ini sudah terbukti, beberapa kapal rumah sakit yang lalu berfungsi dan sangat bermanfaat ketika terjadi bencana dan dapat beroperasi dengan optimal," ujarnya.

Sementara itu, Kaharuddin memaparkan keseluruhan konstruksi KRI Radjiman Widyodiningrat-992 telah selesai serta sistem pendorong kapal dan beberapa alat kesehatan sudah terpasang di dalam kapal tersebut.
Baca: Mutasi TNI, Laksamana Muda Irvansyah Ditunjuk Jadi Pangkogabwilhan I
"Kapal ini telah memenuhi parameter keberhasilan, salah satunya dengan tercapainya maximum speed saat kondisi full load, rata-rata 18,3 knots, melebihi target dari 18 knots," papar Kaharuddin dalam sambutannya.
KRI Radjiman Widyodiningrat-992 mampu mengakomodir 12 jenis operasi, didukung dua unit perahu ambulans, dua unit Landing Craft Vehicle Personel, dan satu unit Rigid Hull Inflatable Boat serta fasilitas UGD, ruang rawat inap, isolasi, radiologi, bersalin dan bayi, klinik atau poli, laboratorium, bank darah, operasi, ICU dan HCU serta dapat membawa tiga unit helikopter dengan kapasitas 11 ton. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































