Operasi Serangan Senyap Prajurit Ujwala Yudha dari Helikopter

Jakarta, IDM – Prajurit petarung Yonif 502/Ujwala Yudha (UY)/18/2 Kostrad menggelar skenario latihan operasi senyap dari atas helikopter, Senin, (16/12) di Malang. Latihan ini difokuskan pada kemampuan prajurit melakukan fast troping.
Baca Juga: KSAL Serahkan Dua Kapal PC 60 untuk Pangkalan di Merauke dan Tarakan
Dilansir dari keterangan Pendivif 2 Kostrad, Selasa, (17/12) kegiatan fast troping adalah teknik infiltrasi vertical landing yang menggunakan helikopter dalam pelaksanaan pengangkutannya maupun droping sehingga sangat cepat menuju sasaran.
Latihan ini diskenariokan sebagaimana seorang prajurit dalam suatu operasi melaksanakan serangan secara senyap dan cepat turun dari helikopter dengan perlengkapan senjata lengkap dan melumpuhkan musuh dalam perang konvensional.
Baca Juga: Sebanyak 130 Prajurit Wanita Digembleng di Markas PMPP, Siap Jalankan Misi PBB
Semangat dan antusias para prajurit dalam pelaksanaan latihan tersebut diharapkan dapat menciptakan sinergitas antara prajurit dan satuan lain yang mengikuti kegiatan latihan guna mendukung pelaksanaan tugas-tugas operasi. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































