HANKAM

Operasi Linud Malam Hari dalam Latihan Terintegrasi TNI, Libatkan Pesawat CN-235 dan Prajurit Korpasgat

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau latihan KDOL dalam Latihan Terintegrasi 2026. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI menggelar latihan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (Linud) atau KDOL dalam rangkaian Latihan Terintegrasi TNI 2026 di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Selasa (4/8).

Latihan tersebut ditinjau langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta tiga kepala staf angkatan.

KDOL kali ini melibatkan pesawat CN-235 TNI Angkatan Udara, personel Brigade Infanteri (Brigif) 17/Sakti Budi Bhakti dan personel Detasemen Matra (Denmatra) 2 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) sebagai unsur KDOL yang bertugas menyiapkan daerah pendaratan pasukan lintas udara.

Baca Juga: Wamenhan Lantik 14 Pejabat Kemhan, Mayjen Mar Freddy Ardianzah jadi Sekretaris Bacadnas

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammas Nas dalam keterangannya mengatakan, latihan digelar malam hari untuk menuntut tingkat ketelitian dan profesionalisme tinggi sehingga hanya melibatkan prajurit terpilih, sekaligus menguji kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan satuan TNI dalam mendukung operasi militer untuk perang (OMP).

Latihan
Latihan melibatkan pesawat CN-235 TNI Angkatan Udara. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Selain itu, latihan KDOL untuk menguji efektivitas sistem komando dan pengendalian TNI dalam operasi gabungan.

“Yang diharapkan di sini adalah pimpinan TNI,  dalam hal ini Panglima TNI, bisa melaksanakan komando dan pengendalian dalam setiap operasi langsung sampai dengan unit yang terkecil, sampai dengan unit yang terbawah,” kata Nas.

Baca Juga: TNI AD Cetak Prajurit Spesialis Bidang Konstruksi dan Infrastruktur

Kapuspen TNI menambahkan, seluruh rangkaian latihan tersebut mencerminkan kesiapan TNI dalam menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang.

“Kita siap melaksanakan tugas sesuai dengan undang-undang operasi militer untuk perang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai dengan titik terluar dan titik terpencil sekalipun,” ujar Nas.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.