Operasi Intelijen Satlap Tri Cakti-Satgasus Satintel Marinir Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Bijih Timah Ilegal di Babel

Jakarta, IDM – Tim Gabungan Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti, Satgas Khusus (Satgasus) Satuan Intelijen Marinir (Satintelmar) Pusat Intelijen TNI AL (Pusintelal), dan Pos Air Kantung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar enam ton bijih timah ilegal di kawasan Air Kantung, Sungailiat, Bangka, Bangka Belitung, Jumat (19/6).
Penggagalan penyelundupan tersebut berawal dari informasi intelijen yang diterima Satlap Tri Cakti, Jumat (19/6) sekitar pukul 18.10 WIB.
Satlap Tri Cakti menerima informasi adanya rencana pengiriman bijih timah ilegal menuju luar negeri melalui jalur laut.
Baca Juga: Ada Apa? Sejumlah Kapal Perang hingga Pasukan Khusus RI-Malaysia Mendadak Siaga di Laut Jawa
“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan Satlap Tri Cakti, Satgasus Satintelmar Pusintelal, dan Pos Air Kantung segera melaksanakan patroli, pengawasan, serta penyekatan di kawasan yang diduga menjadi titik muat pengiriman komoditas tersebut,” tulis siaran pers Penerangan Satgas Tri Cakti.
Sekitar pukul 19.00 WIB, tim Satlap Tri Cakti berhasil menghentikan satu unit truk pengangkut yang diduga membawa muatan bijih timah ilegal beserta satu unit kendaraan pendamping di lokasi kejadian.
Tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, pengemudi, dan pihak-pihak yang berada di lokasi guna memastikan legalitas muatan serta kelengkapan dokumen pengangkutan yang dibawa.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan indikasi bahwa muatan yang diangkut tidak dilengkapi dokumen yang sah sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tata niaga mineral dan batubara.
Baca Juga: Kolaborasi dengan AU Singapura, Empat Perwira TNI AU Raih Kualifikasi Instruktur UAV
Selanjutnya, seluruh muatan dan pihak yang terkait diamankan guna dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Dari hasil operasi tersebut, Satlap Tri Cakti berhasil mengamankan sekitar 200 kampil atau kurang lebih enam ton bijih timah yang telah dikemas dan siap untuk diangkut melalui jalur distribusi ilegal.
Operasi tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 5,6 miliar. Nilai tersebut berasal dari potensi hilangnya penerimaan negara, kewajiban perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat perdagangan mineral yang dilakukan di luar mekanisme yang sah.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































