Oknum Prajurit TNI AD Serang Polisi, Kazidam XV/Pattimura Minta Maaf

Jakarta, IDM – Kepala Zeni Daerah Militer (Kazidam) XV/Pattimura, Kolonel Czi Ferry Kriswardana menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya kepada jajaran Polres Seram Bagian Barat (SBB) dan Polsek Kairatu Timur. Permohonan maaf ini terkait insiden tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum prajurit Zidam XV/Pattimura, Kopka DA, terhadap dua anggota Polsek Kairatu Timur, Aipda ST dan Aipda H.
Hal tersebut disampaikan Kazidam merespons hasil mediasi formal yang digelar di Mapolsek Kairatu Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat beberapa waktu lalu.
Baca Juga: TNI AL Matangkan Uji Doktrin Operasi Amfibi hingga Siber di Armada Jaya 2026
Dilansir dari keterangan Penkodam XV/Pattimura, Jumat (30/10), berdasarkan mediasi tersebut, Ferry menegaskan rasa penyesalan yang mendalam atas kekhilafan yang dilakukan oleh anggotanya di lapangan. Menurutnya, tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai keprajuritan dan komitmen Kodam XV/Pattimura yang senantiasa menjunjung tinggi sinergitas TNI-Polri.
"Secara pribadi dan atas nama keluarga besar Zidam XV/Pattimura, saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada institusi Polri, khususnya kepada Aipda ST dan Aipda H beserta keluarga. Kami sangat berterima kasih atas kebesaran jiwa dan keluhuran budi rekan-rekan kepolisian yang telah membukakan pintu maaf dan sepakat menyelesaikan kesalahpahaman ini melalui jalur kekeluargaan demi menjaga soliditas aparat keamanan di Maluku," ujar Ferry.
Baca Juga: KSAD Tandyo Minta Prajurit Jaga Disiplin dan Kemanunggalan dengan Rakyat
Lebih lanjut ia memastikan walaupun sudah diselesaikan secara damai, oknum prajurit tersebut tetap akan dikenai proses hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan penegakan hukum di lingkungan TNI Angkatan Darat. Selanjutnya Kopka DA langsung ditarik kembali ke satuan Zidam XV/Pattimura untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Permohonan maaf yang tulus ini kami barengi dengan tindakan tegas demi marwah institusi TNI. Kami tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran disiplin dan etika prajurit. Oknum yang bersangkutan saat ini sudah dikembalikan ke satuan untuk menjalani proses hukum dan sanksi internal lebih lanjut sesuai dengan tata tertib hukum militer yang berlaku. Ini menjadi komitmen kami agar selalu melahirkan prajurit yang berwibawa namun tetap rendah hati dan humanis di tengah masyarakat," pungkas Ferry.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































