HANKAM

Nyamannya Mudik Bersama KRI Banda Aceh, Melihat Senja hingga Nobar Film

Para pemudik
Para pemudik menikmati kenyamanan layanan mudik di KRI Banda Aceh-593. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB, kala KRI Banda Aceh-593 memasuki perairan laut Indramayu, Jawa Barat, Selasa (17/3). Di sebelah kiri tampak Pulau Biawak dengan mercusuarnya berdiri megah, seakan menemani perjalanan ini.

KRI Banda Aceh-593 adalah kapal angkut militer yang sedang menempuh rute perjalanan Jakarta-Semarang-Surabaya. Kapal ini membawa 1.447 pemudik dan 503 unit sepeda motor.

Di landasan helipad, perlahan-lahan para pemudik berkumpul, mereka menikmati senja yang akan terbenam sambil bercengkrama, swafoto hingga mengambil video. Suasana santai dan nyaman benar-benar terasa.

Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, TNI Lakukan Penyelidikan Internal

Di lokasi berbeda, layar besar sudah terpampang di hadapan para pemudik. Kru kapal mulai menyalakan tayangan film, ada yang menonton sambil tiduran, duduk di kursi hingga berdiri. Suasana terasa seperti sedang berlibur.

Kenyamanan Menjadi Prioritas

Kepada redaksi Indonesia Defense Magazine yang berkesempatan mengikuti mudik ini, Komandan Kapal Letkol Laut (P) Yanuar Rizky Wijaya mengatakan kenyamanan memang jadi prioritas mereka untuk onboard yang ada di dalam kapal. Hal ini berlaku untuk prajurit saat pergeseran pasukan atau saat warga sipil menggunakannya untuk mudik.

Para pemudik
(IDM/Septo Kun Wijaya)

​"​Meskipun setiap hari kami membawa personel militer, membawa warga sipil memerlukan pendekatan berbeda. Saya memberikan briefing khusus kepada para perwira staf karena kapal perang memiliki standar yang berbeda dengan kapal sipil, terutama dalam hal ​akomodasi dan fasilitas, ruang tidur dan kamar mandi di kapal perang jumlahnya sangat terbatas. Jadi karena hal ini kami berupaya membuat mereka (pemudik) senyaman mungkin selama berada di atas kapal," kata Yanuar.

Para pemudik
(IDM/Septo Kun Wijaya)

Tak hanya itu, lanjut Komandan KRI Banda Aceh 593 yang ke-13 ini juga menekankan langkah-langkah pengamanan dan pelayanan yang ekstra untuk para pemudik seperti instruksi dan informasi visual yaitu memasang instruksi tambahan di berbagai titik strategis seperti dinding, kamar mandi, dan koridor.

Para pemudik
(IDM/Septo Kun Wijaya)

"Informasi ini mencakup apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta jalur mana saja yang boleh dilewati mengingat ada area terbatas di kapal," kata Yanuar.

Baca Juga: Beri Apresiasi ke Yonif TP 845 KS, Menhan Sjafrie: Masyarakat Harus Merasakan Kehadiran TNI

Kemudian, ada juga sefety briefing yaitu sebelum berlayar, kami wajib memberikan informasi mencakup rute, durasi perjalanan, serta aturan tata tertib selama di kapal.

Selanjutnya ada​ patroli rutin atau istilahnya "ronda rakit" yaitu melaksanakan patroli keliling setiap jam.

"Dalam kondisi normal, setiap divisi jaga (yang bertugas selama 4 jam) melakukan pengecekan setiap 2 jam. Namun, jika cuaca buruk atau kondisi darurat, frekuensi patroli ditingkatkan menjadi setiap 30 menit. Fokus utamanya adalah mencegah insiden man overboard (orang jatuh ke laut)," tutup Yanuar.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.