Nostalgia Prabowo dengan Eks Anak Buah, Bahas Kepemimpinan Hingga Hadiah untuk Prajurit Berprestasi

Banyuwangi, IDM - Kunjungan kerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Koramil 0825/12 Rogojampi-Banyuwangi, Jumat (30/12), diwarnai dengan momen nostalgia ketika ia bertemu dengan sejumlah eks anak buahnya saat masih menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Prabowo tampak mengumbar senyum sumringah dan membalas hormat yang diberikan kepadanya. Saat mengetahui mereka pernah bertugas di Grup 1 Kopassus, Prabowo pun bertanya perihal bagaimana kepemimpinannya saat itu.
“Gimana dulu? Aku komandan yang gimana? Galak nggak?” tanya Prabowo berkelakar.
Menanggapi pertanyaan tersebut, salah satu di antara mereka dengan lugas menjawab bahwa Prabowo adalah komandan yang baik dan tegas. “Yang pasti sejahtera, Bapak,” saut eks anak buah Prabowo lainnya.

Prabowo juga diingatkan bahwa ia pernah memberikan hadiah atas prestasi yang mereka torehkan. “Saya pernah dapat hadiah 100 dolar, izin, dari Bapak, waktu lari angka 8. Lomba lari angka 8 per regu, satu regu,” ungkap salah satu mantan anak buahnya.
Prabowo lalu mengungkapkan bagaimana apresiasi tersebut memang pantas diberikan untuk prajurit yang berprestasi. “Yang jagoan pasti dapat hadiah,” tambahnya.
Nama Prabowo memang begitu lekat dengan satuan elite di jajaran TNI AD, Kopassus. Prabowo memimpin pasukan baret merah pada periode 1995-1998.
Baca: Beri Motor dan Alat Komunikasi Babinsa, Prabowo: Nanti Presiden Bisa Cek Langsung Kalian
Di masa awal kepemimpinannya, Kopassus sempat menyita perhatian dunia saat mereka berhasil melakukan operasi pembebasan sandera Mapenduma, Papua pada tahun 1996.
Saat itu, 26 peneliti yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz 95 disandera oleh kelompok GPK pimpinan Kelly Kwalik. Operasi ini tergolong sebagai operasi yang sangat sulit karena lokasi penyanderaan berada di tengah hutan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































