Nilainya Ratusan Juta, Mengapa Barang Tangkapan TNI AD dan Bea Cukai Ini Dimusnahkan?

Jakarta, IDM – Sinergi kokoh antara TNI AD dari Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad dan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Barat di perbatasan Indonesia–Malaysia kembali membuahkan hasil nyata. Berbagai barang selundupan bernilai ratusan juta rupiah yang berhasil diamankan dalam operasi terpadu, kini resmi dimusnahkan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (30/6).
Langkah tegas membumihanguskan barang-barang bernilai fantastis tersebut memicu pertanyaan, mengapa tidak dimanfaatkan saja?
Baca Juga: Komandan Denjaka Berganti, Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Pegang Komando
Dilansir dari keterangan resmi Penerangan Kostrad (Penkostrad), tindakan ini diambil bukan tanpa alasan kuat, melainkan demi melindungi stabilitas industri dalam negeri serta menjaga kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan. Seluruh barang yang dihancurkan merupakan komoditas ilegal yang melanggar aturan kepabeanan dan cukai, serta telah mendapatkan persetujuan resmi dari Menteri Keuangan RI untuk dimusnahkan.

"Barang bukti tersebut meliputi 922.304 batang rokok tanpa pita cukai, 240 liter minuman bersoda tidak layak konsumsi, serta 240 bale pakaian bekas (balepress)," tulis keterangan Penkostrad.

Pihak Penkostrad menjelaskan bahwa sebagian besar dari barang-barang tersebut merupakan buah dari operasi terpadu yang digalang secara intensif oleh Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad bersama Bea Cukai Entikong beserta instansi terkait lainnya guna membendung penyelundupan di garis depan nusantara.
Baca Juga: Antisipasi Ancaman Baru, 3 Matra TNI Godok Taktik Gerilya Modern
Kehadiran TNI AD di lokasi pemusnahan pun bukan sekadar seremonial, melainkan simbol ketegasan hukum di tapal batas.
"Keikutsertaan Satgas Pamtas dalam kegiatan ini menjadi wujud sinergi antarinstansi dalam menegakkan hukum, melindungi masyarakat, serta menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan perbatasan. Satgas Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad berkomitmen untuk terus mendukung pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas ilegal demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup keterangan Penkostrad.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































