Network Centric Warfare, TNI AL Bangun Konsep Transformasi Perang Modern

Jakarta, IDM - Satuan Komunikasi dan Elektronika (Komlek) TNI AL tengah siap membangun konsep Network Centric Warfare (NCW) untuk menghadapi perang modern.
Hal tersebut disampaikan Asisten Komunikasi dan Elektronik Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL) Laksamana Muda Dwika Tjahja Setiawan, saat membuka rapat koordinasi komunikasi dan elektronika di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (16/3).
Baca Juga: Kasau Awards 2023, Wujud Penghargaan dan Apresiasi TNI AU untuk Insan Pers
Komlek TNI AL akan mengintegrasikan seluruh elemen Komando, Kendali, Komunikasi Komputer, Intelijen, Pengamatan dan Pengintaian (K4IPP) dalam membangun NCW sebagai sebuah konsep modern, menggambarkan kombinasi dari taktik, teknik dan prosedur serta penyebaran informasi secara real time.

"Digunakan secara bersama oleh seluruh unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam memenangkan pertempuran," jelas Dwika dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (17/3).
Lebih lanjut, Dwika menerangkan NCW adalah konsep operasi yang mendukung pengerahan seluruh unsur yang terlibat dalam pertempuran, didukung keunggulan yang akan menjadi kekuatan tempur yang efektif memberikan gambaran situasi bersama yang lebih adaptif.
Baca Juga: KRI Frans Kaisiepo-368 Serahkan Bantuan Kemanusiaan di Turki
"Serta memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dan cepat," ujar Dwika.
Sebelumnya, rapat koordinasi komunikasi dan elektronika ini bertujuan menyamakan pemahaman NCW, sehingga selain memahami juga dapat memberikan suatu konsep mendasar tentang pembangunan NCW untuk kepentingan operasi TNI AL. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































