HANKAM

Nelayan Takut Melaut Ada Kapal Perang China Masuk Natuna Utara, Begini Jawaban Pangkoarmada I

Nelayan Takut Melaut Ada Kapal Perang China Masuk Natuna Utara, Begini Jawaban Pangkoarmada I
Dok. Koarmada I

Jakarta, IDM - Menggunakan pesawat TNI AL jenis King Air U-6401, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P. didampingi Asisten Operasi Pangkoarmada I, Kolonel Laut (P) Ashari Alamsyah, CHRMP melakukan kunjungan komando ke garis depan operasi siaga tempur laut di Natuna, Kamis (16/09/21).

Kunjungan Komando Pangkoarmada I ini, guna memastikan kehadiran unsur TNI AL di daerah operasi yang tergabung dalam operasi Siaga Tempur Laut dibawah Kendali Operasi Gugus Tempur Laut Koarmada I. Didepan awak media, Pangkoarmada I menjelaskan situasi secara umum wilayah atau sektor operasi dari Koarmada I, khususnya Laut Natuna Utara yang menjadi daerah operasi prioritas TNI AL dalam hal ini Koarmada I.

“Laut Natuna Utara merupakan wilayah operasi prioritas Koarmada I, karena itu kita menggelar setidaknya empat KRI  untuk melaksanakan operasi penegakkan kedaulatan dan hukum di laut Natuna Utara ini,” kata Laksda TNI Arsyad.

Dalam kesempatan itu Lakdsa TNI Arsyad menjawab pertanyaan soal kabar ketakutan melaut setelah kapal perang China terpantau memasuki Laut Natuna Utara.

"Isu nelayan takut melaut karena ada kapal perang menurut saya masih tanda tanya. Sekarang apa ada alat bukti kalau kita nyatakan ada apa alat bukti itu menunjukan ribuan (kapal perang)," ujarnya.

"Kami akan buktikan apa benar ada, lewat patroli udara maritim, kami juga deteksi dengan radar radius 30 km/mil apakah ada kapal-kapal yang masuk wilayah perairan Indonesia," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa klaim sepihak oleh China atas sebagian besar Laut China Selatan (tidak termasuk Laut Natuna Utara) yang melibatkan philipina dan vietnam dimana posisi Indonesia sampai saat ini tidak termasuk dalam negara yang ikut mengklaim (non claimant state).

Disisi lain Indonesia masih belum ada kesepakatan dengan Vietnam terkait batas zona ekonomi eksklusif di Laut Natuna Utara. Kedua hal tersebut memberikan dampak pada intensitas kehadiran kekuatan Angkatan Laut maupun Coast Guard Negara asing yang memiliki kepentingan di wilayah perairan tersebut.

“Sikap TNI AL di Laut Natuna Utara sangat tegas mendukung kebijakan pemerintah dalam hal pelaksanaan hak berdaulat dan melindungi segenap kepentingan nasional di wilayah yurisdiksi Indonesia tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan nasional dan hukum internasional yang berlaku atau telah di ratifikasi, tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran di Laut  Natuna Utara” Tegas Pangkoarmada I.

“Tentunya tindakan yang diambil harus sesuai dengan ketentuan hukum positif yang berlaku di Indonesia dan hukum internasional yang telah diratifikasi, sehingga tindakan tegas yang diambil atas dasar professionalisme dan proporsionalitas dengan berpedoman pada standar operasional prosedur yang berlaku,” Pungkas Laksda TNI Arsyad Abdullah.

Pangkoarmada I akan berada di Natuna untuk beberapa hari dan melakukan patroli melalui udara guna memastikan secara langsung keberadaan unsur-unsur KRI yang sedang melaksanakan patroli di Laut Natuna Utara serta situasi Laut Natuna Utara apakah sesuai dengan isu yang beredar akhir-akhir ini. (wan/man)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.