HANKAM

Naik Helikopter Osprey AS, Marinir Serbuan Udara Selamatkan Warga di Hawaii

Prajurit Korps Marinir TNI AL
Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL bergerak taktis usai mendarat menggunakan helikopter MV-22 Osprey milik AS dalam simulasi serbuan udara di Hawaii, Minggu (12/7). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Marinir TNI AL kembali menggempur medan latihan multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026. Kali ini, pasukan baret ungu menumpang helikopter layang-baling tiltrotor MV-22 Osprey milik Marinir Amerika Serikat (USMC) untuk menyerbu Desa Gaendong, Hawaii, Minggu (12/7).

Prajurit Marinir Indonesia yang berkolaborasi dengan pasukan marinir AS dan tentara Fiji itu mengemban misi penyelamatan warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran kota (military operations on urban terrain/MOUT). Kawasan simulasi konflik tersebut sebelumnya jatuh ke tangan kelompok musuh bersenjata yang bertindak anarkistis terhadap warga lokal.

Setibanya di lokasi pendaratan darurat, pasukan gabungan langsung bergerak cepat menyisir wilayah Gaendong sektor demi sektor. Sambil melompati rintangan bangunan, prajurit lintas negara ini melumpuhkan para perusuh, mengamankan gudang senjata musuh, serta mengevakuasi para korban luka ke titik aman menggunakan protokol penyelamatan darurat.

Baca Juga: TNI Siapkan Latihan Terintegrasi Tiga Matra di Dabo Singkep pada Agustus Mendatang

Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026 Letkol (Mar) Huda Prawira menjelaskan, simulasi penyelamatan ini menuntut ketepatan insting dan kecepatan bertindak di lapangan.

"Setiap skenario yang dilaksanakan menuntut prajurit mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur," kata Huda, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jakarta, Selasa (14/7).

Prajurit Korps Marinir TNI AL
Aksi prajurit Marinir TNI AL memberikan pertolongan pertama pada korban luka di tengah simulasi pertempuran kota RIMPAC 2026. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Huda menambahkan, misi penyelamatan di area konflik perkotaan ini sekaligus menguji sejauh mana kesiapan logistik, koordinasi komunikasi, serta integrasi operasional (interoperabilitas) antara TNI AL dengan militer negara sahabat.

Prajurit Korps Marinir TNI AL
Personel Marinir TNI AL memeriksa dan menyita berbagai jenis senjata api usai merebut markas kelompok bersenjata di Hawaii. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

"Melalui latihan ini, prajurit Korps Marinir tidak hanya mengasah kemampuan tempur, tetapi juga memperkuat interoperabilitas dengan pasukan negara sahabat sehingga siap menghadapi berbagai tantangan operasi di masa depan," sambungnya.

Baca Juga: Gelar Apel Khusus, Kaskoarmada II Ingatkan Pesan Penting

Aksi penyelamatan warga menggunakan helikopter Osprey ini sekaligus melanjutkan tren positif performa Marinir Indonesia di Hawaii. Dua hari sebelumnya, Jumat (10/7), pasukan gabungan TNI AL dan militer AS juga sukses mengepung serta merebut kembali wilayah Desa Kadar yang sempat dikuasai kelompok bersenjata.

Rentetan keberhasilan simulasi ini kian mengukuhkan kesiapan tempur individu prajurit Indonesia di kancah internasional. Pada fase latihan sebelumnya, keahlian menembak reaksi cepat jarak 400 meter milik prajurit TNI AL bahkan sempat membuat komandan batalyon infanteri Marinir AS terpukau dan memberikan penghargaan berupa koin tantangan (challenge coin) sebagai bentuk apresiasi tertinggi.

Keterlibatan aktif Korps Marinir TNI AL dalam seluruh rangkaian latihan multinasional di wilayah Pasifik ini masih akan terus bergulir hingga penutupan RIMPAC pada 31 Juli 2026 mendatang.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.