Mulai Jalani Pendidikan Pertama, 15 Siswa PSDP Ditempa jadi Calon Penerbang TNI

Jakarta, IDM – Sebanyak 15 siswa Program Studi Pendidikan (PSDP) Penerbang TNI Angkatan ke-37 mulai menjalani Pendidikan Pertama (Dikma) sebagai tahap awal untuk menjadi calon penerbang TNI andal dan profesional.
Baca Juga: Gerak Cepat Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin Tangani Tiga Titik Api di Riau
Belasan siswa tersebut sebelumnya dinyatakan lulus dalam Sidang Pantukhir Tahap II yang dipimpin Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (30/9). Setelah dinyatakan lulus, mereka mulai mengikuti Dikma di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, pada 1 Oktober 2026.
Pembukaan pendidikan PSDP Penerbang TNI A-37 kemudian dilakukan secara resmi oleh Wakil Komandan Kodiklat Marsma TNI Bambang Gunarto, Kamis (1/10).

“Pembukaan pendidikan tersebut menjadi langkah awal bagi para siswa dalam menjalani proses pembentukan dan pembekalan sebagai calon penerbang TNI yang profesional, disiplin, tangguh, serta memiliki kemampuan sesuai tuntutan tugas dan perkembangan teknologi penerbangan,” ungkap Bambang dikutip dari unggahan instagram @pusdik_kodiklatau, Sabtu (3/10).
Baca Juga: 2.813 Prajurit Kodam V/Brawijaya Naik Pangkat, Didominasi Perwira
Selama menjalani pendidikan, para siswa akan mengikuti berbagai tahapan pembelajaran dan pelatihan yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan penerbangan, pembentukan mental serta karakter keprajuritan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































