Mulai Batam hingga Natuna, TNI AL Kawal Survei Pemetaan Bawah Laut di Sambas

Jakarta, IDM – Pos TNI AL Paloh menurunkan personelnya untuk mengawal ketat aktivitas survei bawah air di perairan Kecamatan Paloh, Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (30/10). Pengawalan ini dilakukan guna memastikan proyek pemetaan yang digarap PT Optic Marine Indonesia berjalan tanpa celah pelanggaran di wilayah perbatasan.
Operasi survei ini menggunakan kapal penelitian Raden Wijaya yang dinahkodai Totok Subianto. Di atas kapal, unsur TNI AL dari staf intelijen Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Mayor Laut (T) Joko Muchtariyanto bersama Kapten Laut (T) Abyor Lintang Bowono, turun langsung mendampingi bersama perwakilan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Syaila Suhendra.
Baca Juga: TNI Semai 6 Ton Garam untuk Hadapi Karhutla di Kalimantan
Metode yang digunakan dalam pemetaan rute bawah laut ini mencakup survei geofisika dan geoteknik. Cakupan wilayah operasinya terbilang luas, membentang dari perairan Batam, Balikpapan, Singkawang, Pulau Natuna, hingga batas teritorial perairan Indonesia.
Dinas Penerangan Komando Angkatan Laut (Kodaeral) XII menegaskan, kehadiran aparat di lapangan murni untuk mengamankan jalur pelayaran sekaligus memastikan seluruh tahapan survei mematuhi regulasi yang berlaku.
"Pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah laut serta memastikan aktivitas di perairan berlangsung dengan tertib sesuai ketentuan yang berlaku," ujar keterangan Dinas Penerangan Kodaeral XII, dikutip Senin (2/11).
Baca Juga: Sertu A.H Dilarikan ke RS, Diduga Dianiaya Atasan Berpangkat Kapten
Nilai Strategis Perairan Paloh
Perairan Paloh dikenal sebagai salah satu kawasan strategis di perbatasan Indonesia–Malaysia yang memiliki intensitas aktivitas maritim cukup tinggi. Terletak di bagian utara Kalimantan Barat yang berhadapan langsung dengan Laut Natuna dan jalur pelayaran internasional, wilayah ini memegang peranan krusial bagi pertahanan negara.
Selain menjadi simpul penting pertahanan maritim, kawasan pesisir Paloh juga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap pelanggaran batas wilayah serta aktivitas niaga bawah air. Oleh karena itu, kehadiran pos pengamanan TNI AL menjadi tumpuan utama dalam menjaga kedaulatan, ketertiban, sekaligus mengawal proyek strategis nasional yang melintasi jalur perairan terluar tersebut.
Hankam

Rapat DPN, Menhan Sjafrie Kumpulkan Kepala BIN, Panglima TNI, Kapolri hingga Kepala Staf Angkatan
Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan Wakil Menteri Pertahanan RI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Panglima TNI, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) hingga tiga kepala staf angkatan di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Mereka berkumpul dalam…
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































