Momen KRI I Gusti Ngurah Rai Manuver Taktis Bareng Fregat Belanda HNLMS De Ruyter

Jakarta, IDM – Ada pemandangan menarik di Laut Jawa akhir pekan ini. Kapal perang TNI AL, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, terlihat menempel ketat fregat canggih milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda, HNLMS De Ruyter F-804.
Kedua kapal ini menggelar latihan bersama alias passing exercise (passex) di sepanjang perairan utara Jawa pada Minggu (17/5). Latihan ini sekaligus menjadi momen perpisahan untuk mengawal kapal perang Negeri Kincir Angin tersebut bertolak meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Sebelum adu manuver di tengah laut, para komando dan awak kapal saling bertukar posisi (personel exchange). Personel militer Belanda menjajal masuk dan keliling (ship tour) ke dalam KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang dikomandani Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas. Sebaliknya, prajurit TNI AL juga mencicipi rasanya naik ke atas dek HNLMS De Ruyter F-804.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Antonius Februar, membeberkan jalannya rangkaian latihan dua negara sahabat ini. Menurutnya, ada banyak menu latihan taktis yang langsung dijajal oleh kedua angkatan laut sejak angkat jangkar.
"Rangkaian latihan langsung dimulai begitu kedua kapal bertolak dari dermaga dengan simulasi keluar pelabuhan (leaving harbour). Setelah itu, personel kedua negara melanjutkan latihan operasi helikopter (flyex ruyter) serta menguji komunikasi isyarat bendera (flaghoist)," kata Antonius, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (18/5).

Tidak berhenti di situ, koordinasi semakin intens saat kedua kapal mulai membentuk formasi sejajar di tengah laut. Kecekatan kru kapal benar-benar diuji saat mempraktikkan proses pemindahan logistik maupun personel antarkapal yang sedang melaju (pax transfer).
"Formasi intinya ada pada manuver taktis untuk menyamakan gerak lambung kapal, disusul persiapan akhir (Prep Passex), sampai latihan ini selesai sepenuhnya di Laut Jawa," sambung Antonius.
Baca Juga: Pendeta di Papua Bantah Ada Keterlibatan TNI Terkait Penembakan Putrinya
Pertemuan Panglima AL Belanda dan KSAL
Rangkaian latihan di tengah laut ini sebenarnya menjadi menu penutup dari misi persahabatan armada Belanda selama empat hari di Surabaya. Sebelum kapal sepanjang 144 meter itu lepas sauh, sebuah pertemuan penting tingkat tinggi sudah lebih dulu digelar di darat.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali kedatangan tamu spesial, yaitu Panglima Angkatan Laut Belanda Laksamana Madya Harold Liebregs di Surabaya, Kamis (14/5). Pertemuan bilateral ini bertepatan langsung dengan momen bersandarnya HNLMS De Ruyter di Tanjung Perak.

Ditemani Duta Besar Belanda Marc Gerritsen, kedua pimpinan tertinggi angkatan laut ini duduk bersama membahas masa depan pertahanan kedua negara. Isu keamanan wilayah laut hingga dinamika maritim global yang makin kompleks menjadi topik utama di meja diskusi.
Baca Juga: Terima Rafale hingga Radar, Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Daya Gentar Indonesia
Ali menegaskan, kehadiran armada berbobot kotor 6.050 ton yang membawa 169 awak kapal itu merupakan momentum krusial. Indonesia dan Belanda sepakat untuk melangkah lebih jauh dari sekadar patroli bersama.
"Kerja sama strategis ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari bidang pertahanan dan latihan operasi, hingga program pendidikan yang bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit," ungkap Ali lewat keterangan resmi Dispenal.
Lewat diplomasi maritim (naval diplomacy) ini, Ali optimistis hubungan bilateral kedua negara bakal semakin kokoh. Tidak hanya mempererat kedekatan antarprajurit di lapangan, kolaborasi ini diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi stabilitas keamanan di kawasan laut internasional untuk jangka panjang. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































