Momen Ketika Ucapan Prabowo, 'Kalau Diberi Kopi, Saya Sambutan Dua Jam Lagi' Disambut Riuh Hadirin

Bali, IDM - Gelak tawa beberapa kali mewarnai sambutan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dalam Global Food Security Forum di Sofitel Nusa Dua Bali, Minggu (13/11).
Menjelang akhir sambutannya, Prabowo mengatakan "Mereka tidak memberikan saya kopi. Sebab jika diberi kopi, mungkin saya masih di sini (memberikan sambutan) selama dua jam lagi."
Ucapan Prabowo itu pun sontak disambut tawa dan tepuk tangan hadirin. Kopi memang menjadi minuman yang hampir selalu menemani Prabowo ketika memberikan sambutan atau arahan.
Baca: Menhan Prabowo Subianto: Singkong Dapat Jadi Solusi Krisis Pangan Dunia
Dalam forum global menjelang puncak pertemuan G20 tersebut, Prabowo bicara mengenai upaya-upaya yang bisa diambil untuk keluar dari permasalahan, yang disebutnya sangat nyata di depan mata. Ia pun mengajak seluruh pimpinan negara KTT G20 untuk bergandengan tangan menyelesaikan krisis pangan dunia.
"Untuk keluar dari masalah ini, kita butuh global partnership. Kita harus bekerja bersama," tegas dia. (ra)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































