Momen Jenderal Bintang 2 Kostrad Ikuti Lomba Sniper dan Juara

Jakarta, IDM – Adalah Panglima Divisi (Pangdivif) 1 Kostrad, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito yang menjadi juara dalam Tournament Menembak Panglima TNI 2024, kategori Divisi Sniper 600 M Senior di Lapangan Tembak Senapan 600 Meter Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Minggu (13/10).
Dilansir keterangan Penkostrad, Senin, (14/10) Novi berhasil mendapatkan point 95,1 dan berhak naik podium 1 Tournament Menembak Piala Panglima TNI.

"Lomba menembak jarak jauh tidak hanya memperhitungkan suhu, cuaca, kecepatan angin maupun kelengkungan bumi pada jarak yang sangat jauh, kemampuan fisik dan Konsentrasi pada target sangat di perhitungkan," tulis keterangan Penkostrad.
Baca Juga: TNI AL Tetap Siapkan 120 Prajurit untuk UNIFIL Lebanon 2025
Novi pada kesempatan itu berharap dengan hasil yang ia dapat bisa memotivasi prajurit Divisi Infanteri 1 Kostrad dalam hal menembak senapan maupun pistol sehingga akan muncul bibit- bibit petembak muda yang dapat berprestasi pada event yang akan datang. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































