Momen Haru, Komandan Grup 3 Kopassus Izinkan Istri Prajurit Sapa Suaminya di Daerah Tugas

Jakarta, IDM - Momen haru tergambar saat Komandan Grup 3 Kopassus, Kolonel Inf Donny Pramono mengunjungi Batalyon 33 Grup 3 Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (21/2).
Pada kesempatan tersebut Donny memberikan kesempatan kepada para istri prajurit yang ditinggal tugas operasi untuk menyapa suami yang sedang berada di daerah penugasan.
"Saya bangga memiliki prajurit-prajurit hebat dengan semangat pantang menyerah, serta selalu tampil maksimal dalam setiap kegiatan apapun. Batalyon 33 memiliki semboyan "Together Stronger" yang berarti bahwa kebersamaan akan menciptakan tenaga yang lebih kuat. “Pimpin Anggota dengan hati dan pikiran, Yon 33 The Best," kata Donny yang juga ditulisnya pada Dinding Motivasi milik Yon 33.
Baca: Lantamal XIII dan Kemenkopolhukam Optimalisasi Penguatan Pos Lintas Batas Negara
Selain menyapa dan memberikan kesempatan kepada para prajurit di daerah operasi, Donny pada kesempatan itu juga berpamitan dan meminta doa restu karena akan melaksanakan pendidikan Dikreg Sesko TNI XLIX. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































