Momen Bahagia 967 Siswa Lulus Tamtama TNI AD

Jakarta, IDM – Momen kebahagiaan tergambar saat Kodam XIII/Merdeka mengumumkan hasil seleksi tingkat pusat penerimaan Cata PK TNI AD Gelombang II Tahun 2025 bertempat di Lapangan Gajah Mada Mapomdam XIII/Merdeka, Rabu, (26/2/2025).
Baca Juga: Kunjungi Depohar 60, Taruna AAU Tingkat 4 Perdalam Sistem dan Pemeliharaan Alutsista TNI AU
Dilansir keterangan dari Pendam XIII/Merdeka, total sebanyak 967 calon siswa dinyatakan lulus pada seleksi tingkat pusat dan akan dilanjutkan dengan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD.

Mereka yang lulus menyisihkan 1110 peserta calon siswa yang mengikuti sidang pantukhir Cata PK Gel II TA 2025 Kodam XIII/Merdeka pada hari senin lalu.
Baca Juga: Penutupan Patroli Terkoordinasi Malindo 2025, Dua Kapal Perang Malaysia Sandar di Belawan
Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto saat memimpin sidang pantukir mengatakan bahwa program penerimaan calon Prajurit Tamtama Angkatan Darat ini adalah untuk merekrut pemuda-pemuda potensial di daerah untuk menjadi Prajurit TNI AD, tentunya harus memenuhi berbagai kriteria dan persyaratan yang telah ditentukan oleh Komando Atas. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































