Modus Tumpukan Kardus Terbongkar! TNI AL Sita 6,1 Ton Timah Ilegal di Priok

Jakarta, IDM – Pasukan gabungan TNI AL kembali memutus rantai penyelundupan hasil bumi ilegal. Mereka sukses membongkar akal-akalan mafia tambang yang mencoba menyelundupkan pasir timah seberat 6,1 ton ke Jakarta.
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III bersama tim gabungan lintas instansi mengeksekusi operasi penindakan ini di dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/3).
Komandan Kodaeral III Laksamana Muda Uki Prasetia, menjelaskan kronologi penangkapan tersebut. Ia menyebut operasi ini bermula dari informasi intelijen mengenai muatan mencurigakan di dalam lambung KMP Sakura Express. Kapal penumpang dan barang ini sedang berlayar dari Pelabuhan Pangkal Balam, Bangka Belitung, menuju Jakarta.
Baca Juga: 3 Kapal Perang TNI AL Angkat Jangkar dari Ambon Amankan Timur RI
"Unsur kami dari Satuan Kapal Patroli (Satrol) Kodaeral III langsung mengawal ketat sejak kapal memasuki alur pelayaran hingga sandar di dermaga," ujar Uki dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/3).
Bongkar Modus Kardus Bekas
Kecurigaan petugas memuncak ketika melihat satu unit truk bernopol BN 8628 PR keluar dari pintu rampa (ramdoor) kapal. Truk tersebut melaju dengan kondisi kelebihan muatan (overload).

Tim gabungan segera menghentikan dan memeriksa truk tersebut secara menyeluruh di Markas Kodaeral III. Insting aparat ternyata benar. Petugas menemukan 122 karung berisi pasir timah yang sengaja pelaku sembunyikan.

"Pelaku menggunakan modus operandi menyamarkan muatan. Mereka menyusun pasir timah di tengah tumpukan kardus bekas untuk mengelabui petugas di lapangan," beber jenderal bintang dua ini.
Baca Juga: HMAS Cape Solander: Kapal Penjaga Perbatasan Australia yang Mampir di Cilacap
Selamatkan Triliunan Rupiah Uang Negara
TNI AL tidak menoleransi praktik culas yang mengeruk kekayaan alam Indonesia ini. Mengacu pada harga patokan pasar ekspor dunia (London Metal Exchange), timah tersebut bernilai sekitar USD51.019 per ton. Artinya, operasi ini berhasil menyelamatkan negara dari potensi kerugian mencapai Rp5,2 Miliar.
Uki menegaskan, langkah ini mencerminkan komitmen lembaganya dalam menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi tata kelola pertambangan. Hal ini juga selaras dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk memperketat penegakan hukum di laut.
"TNI AL tidak akan memberi ruang bagi praktik ilegal di laut. Kami berkomitmen terus menjaga kedaulatan dan keamanan maritim demi keberlanjutan ekonomi bangsa," tegas Uki. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































