HANKAM

Modus Suku Cadang, Penyelundupan 544 Kg Merkuri Rp 1,5 M Digagalkan TNI AL

Komandan Kodaeral III Laksda TNI Uki Prasetia
Komandan Kodaeral III Laksda TNI Uki Prasetia (kedua dari kiri), memberikan keterangan pers terkait penangkapan penyelundupan cairan merkuri ilegal yang berhasil disita di Markas Kodaeral III, Jakarta, Senin (8/6). (Foto: Dok. Dispenal)

Jakarta, IDM – TNI AL bersama tim pengamanan Pelni menggagalkan penyelundupan setengah ton lebih merkuri ilegal. Cairan raksa berbahaya tersebut disita petugas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/6).

Aksi ini bermula dari informasi intelijen mengenai adanya paket Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di kapal Pelni KM Nggapulu. Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Namlea, Maluku, dengan tujuan akhir Jakarta.

Begitu KM Nggapulu bersandar di Dermaga Penumpang 106 Tanjung Priok, petugas langsung bergerak melakukan pemeriksaan intensif. Tim gabungan memeriksa ketat manifest muatan kargo serta seluruh penumpang yang turun dari kapal.

Baca Juga: KRI Bima Suci Berlayar ke Rusia, sampai Vladivostok pada 10 Juni

Saat memeriksa tumpukan barang, petugas menaruh curiga pada satu kotak kargo dengan nomor dokumen P26052790034450001. Dalam manifests pengiriman, pemilik barang menuliskan keterangan bahwa paket tersebut hanya berisi suku cadang (sparepart).

merkuri ilegal
TNI AL mengamankan ratusan jerigen berisi cairan merkuri ilegal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Total barang bukti yang disita mencapai 544 kg. (Foto: Dok. Dispenal)

Petugas yang curiga kemudian membongkar fisik kotak terbungkus itu. Bukannya komponen mesin, tim justru menemukan 42 jeriken berisi cairan berat berbahaya jenis merkuri.

Saat ditimbang, total berat kotor cairan raksa ilegal tersebut mencapai sekitar 544 kilogram. Petugas langsung menyita seluruh barang bukti untuk diamankan ke Markas Komando Kodaeral III melalui LO Pelni (Liaison Officer/Perwira Penghubung).

Baca Juga: TNI Persiapkan 175 Prajurit Tiga Matra untuk Misi Perdamaian di Kongo

Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Laksda TNI Uki Prasetia menjelaskan, penyelundupan komoditas tambang ilegal ini memicu kerugian ekonomi yang sangat besar bagi negara.

"Mengacu pada harga pasar ekspor cairan merkuri yang berkisar antara Rp2.400.000 hingga Rp 2.800.000 per kilogram, diperkirakan nilai kerugian negara dari kasus yang berhasil kita ungkap ini mencapai sekitar Rp1,5 Miliar," kata Uki saat menggelar konferensi pers, Senin (8/6).

Karena alur pengiriman barang haram ini melintasi antarprovinsi dari Maluku ke Jakarta, TNI AL menyerahkan penanganan kasus ke kepolisian. Proses penyidikan selanjutnya diserahkan ke Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Mabes Polri.

Baca Juga: Buka Latposko I Antar Kecabangan Brigade, Dankodiklat TNI AD: Tingkatkan Kemampuan Analisis

Uki menambahkan, keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen militer dalam mendukung program Asta Cita ke-7 Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat pencegahan dan penindakan terhadap segala bentuk kejahatan.

Langkah tegas ini juga sejalan dengan Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, yang menginstruksikan jajarannya untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan penegakan hukum di laut, di seluruh wilayah perairan Indonesia demi melindungi ekosistem lingkungan dari bahaya limbah beracun.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.