HANKAM

Misi Pemadaman Karhutla di Kalsel dan Kalteng, Lima Pesawat TNI AU Sukses Bikin Hujan Buatan

Pesawat CN-295 dan NC-212
Pesawat CN-295 dan NC-212 TNI AU dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Lima pesawat TNI Angkatan Udara berhasil membuat hujan buatan dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Lima pesawat TNI AU tersebut bergerak serentak dari Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalsel, Minggu (25/10), untuk operasi modifikasi cuaca (OMC).

Misi udara digempur melalui koordinasi intensif armada pesawat NC-212/A-2107 (Mayor Pnb Candra A.W.) dan NC-212i/A-2119 (Kapten Pnb Edwin A.) yang menerbangkan empat sortie penyemaian dry ice di tenggara Palangkaraya, Kalteng.

Baca Juga: Tiga Pesawat Angkut TNI AU Mengudara ke Sumsel untuk Dukung Operasi Modifikasi Cuaca Karhutla

Penyemaian diperkuat oleh pesawat NC-212/A-2105 (Mayor Pnb Adam N. F.) yang menabur NaCl di selatan Palangkaraya, kemudian ditutup aksi CN-295/A-2904 (Mayor Pnb Ryan P.) dan pesawat Hercules C-130/A-1328 (Mayor Pnb Matheus B. L.) yang membombardir wilayah Pulang Pisau, Katingan, Seruyan, hingga Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, di ketinggian 10.000 hingga 12.000 kaki.

“Berkat kerja keras seluruh tim di darat dan para penerbang di udara, potensi awan hujan berhasil dipicu hingga membasahi wilayah-wilayah yang sebelumnya terkepung titik api dan polusi udara,” tulis siaran pers Pusat Penerangan TNI, Senin (26/10).

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengapresiasi tinggi kerja keras seluruh personel yang berhasil mengawal operasi hingga memicu turunnya hujan di zona rawan.

Baca Juga: Kopassus: Kematian Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid karena Pistol Meledak di Gudang Senjata

Danlanud menekankan bahwa pangkalan udara akan terus menyiagakan seluruh alutsista dan fasilitas pendukung sampai ancaman Karhutla benar-benar tuntas. 

“Turunnya hujan adalah jawaban atas ikhtiar dan sinergi kita bersama di lapangan. TNI AU melalui Lanud Sjamsudin Noor tidak akan berhenti mengawal misi OMC ini sampai seluruh ruang udara Kalimantan benar-benar bersih dan bebas dari asap,” kata Hilman.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.