Minta Prajurit Tidak Gusar dengan Pertanyaan Dwifungsi, Panglima Yudo: TNI Sekarang Multifungsi

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meminta seluruh prajurit tidak gusar bila mendapat pertanyaan tentang dwifungsi TNI. Ia mengatakan, TNI saat ini tidak hanya dwifungsi, melainkan multifungsi.
"TNI bukan dwifungsi lagi. Sekarang ini sudah multifungsi, mulai dari gempa bahkan sampai menahan hujan," kata Yudo, dikutip dari keterangan Puspen TNI, Selasa (20/6).
Yudo menjelaskan, multifungsi yang ia maksud yakni TNI sebagai lembaga yang selalu sedia membantu masyarakat. Kesediaan itu pun terlihat dari keberadaan prajurit di titik-titik bencana seperti banjir, kekeringan dan kekurangan air bersih.
Baca Juga: Diikuti Penerjun Profesional dan Mancanegara, TNI AU Gelar Bali Boogie Jump in Paradise 2023
"Waktu PAM di Labuan Bajo sampai dikirim 20 ton. 10 ton pertama, kurang, tambah lagi 20 ton. 'Tolong bapak Panglima','Tolong bapak Panglima'" ujarnya menirukan perkataan rakyat.
Selain itu, ia mengatakan TNI juga menjadi salah satu garda terdepan ketika Covid-19 mewabah di Indonesia. Menurut Yudo, dalam konteks lebih luas, TNI juga menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan NKRI.
"Sopo sing wani (siapa yang berani) menyelesaikan di Natuna? Sopo sing wani (siapa yang berani) menyelesaikan Wisma Atlet? Ya TNI," tuturnya.
Baca Juga: Nama 14 Prajurit TNI AD yang Dipecat Karena Mangkir dari Tugas
Ia pun mengajak prajurit untuk tetap tenang bila mendengar masyarakat menyinggung soal dwifungsi.
"Jadi yen (bila/jika) ditanya dwifungsi gak usah takut, jawab saja sekarang TNI ini bukan dwifungsi tapi multifungsi," pungkas dia. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































