HANKAM

Militer Singapura Sambangi Pasukan Kavaleri Kuda di Bandung, Ada Apa?

Kunjungan Personel Exchange Program (PEP) TNI AD
Kunjungan Personel Exchange Program (PEP) TNI AD dan dan Angkatan Darat Singapura (Singapore Army) di Yonkavkud 1/Sembrani. (Foto: Dok. Yonkavkud 1/Sembrani)

Jakarta, IDM – Militer Singapura dari Personel Exchange Program (PEP) TNI AD dan dan Angkatan Darat Singapura (Singapore Army) mengunjungi Batalion Kuda Indonesia yaitu Yonkavkud 1/Sembrani yang berada di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kedatangan delegasi ini langsung disambut Danyonkavkud 1/Sembrani Letkol Kav Chandra Alit Saputra yang mengatakan momentum ini untuk mempererat hubungan persahabatan, memperkuat kerja sama, serta bertukar wawasan dalam semangat profesionalisme dan saling menghormati.

"Melalui komunikasi dan interaksi yang baik, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat serta hubungan bilateral yang terus berkembang di masa mendatang," kata Chandra dikutip keterangan Penyonkavkud 1/Sembrani, Kamis (9/7).

Baca Juga: Tinjau Satuan Radar di Timika, Kaskogabwilhan III Minta Prajurit Pedomani Prosedur yang Berlaku

Pada kesempatan tersebut, delegasi Singapura disuguhi demonstrasi dari para prajurit kuda Indonesia dari melewati halang rintang, menembak dari atas kuda hingga atraksi merayap bersama kuda.

Yonkavkud 1/Sembrani adalah Satuan Kavaleri Berkuda militer di Indonesia memiliki latar belakang sejarah yang unik karena berakar langsung dari masa perang kemerdekaan.

Sejarah satuan ini bermula di akhir Desember 1949 dan awal tahun 1950 setelah penyerahan kedaulatan. Saat itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerima penyerahan 20 ekor kuda dari bekas pasukan KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger). Kuda-kuda hasil rampasan perang dan penyerahan inilah yang menjadi modal awal dibentuknya Satuan Eskadron Kavaleri Berkuda.

Baca Juga: Laksanakan Berbagai Pembinaan Teritorial, Menhan Apresiasi Yonif TP 936/Satria Joyokusumo

Melihat pentingnya mobilitas pasukan di medan yang sulit dijangkau kendaraan bermotor, TNI AD secara resmi mengesahkan pembentukan satuan kavaleri berkuda pada 18 Maret 1953. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai hari ulang tahun resmi satuan tersebut. Moto utama yang diusung oleh satuan ini adalah "Bala Turangga Cakti" atau "Virya Vega Shakti".

Markas besar yang terletak di Parongpong, Bandung Barat, berdiri di atas lahan seluas lebih dari 100 hektare. Fasilitas ini berfungsi komprehensif mulai dari pusat pelatihan prajurit, perawatan medis satwa, hingga peternakan (breeding) untuk mencetak kuda-kuda tempur andalan. Keberadaannya menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mempertahankan detasemen kavaleri berkuda taktis operasional untuk fungsi militer modern, protokoler kenegaraan, sekaligus pengembangan olahraga ketangkasan berkuda nasional.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.