Miliki Kualifikasi Captain Pilot C-130 Hercules, 29 Personel Skadron Udara 33 Terima Unicorn Number

Jakarta, IDM – Sebanyak 29 personel Skadron Udara 33 menerima Unicorn Number yang disematkan langsung oleh Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Hasanuddin (HND) Marsma TNI Bonang Bayuaji dalam apel tradisi ‘Unicorn Number dan Air Crew’ yang digelar di apron barat hanggar Skadron Udara 33, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/6).
Dalam sambutannya, Marsma TNI Bonang menjelaskan, Unicorn Number merupakan call sign bagi setiap penerbang yang sudah memiliki kualifikasi captain pilot pesawat C-130 Hercules.
Baca Juga: Kerja Sama di Bidang Keselamatan, TNI AU dan RAAF Gelar Safety Airworthiness Joint Working Group
“Kualifikasi tersebut merupakan perjuangan yang tidak mudah sehingga dengan diterimanya Unicorn Number ini kalian diharapkan dapat mempertanggungjawabkannya dengan cara melaksanakan tugas sebaik mungkin dan selalu menempatkan keselamatan terbang serta kerja di atas segalanya”, tegas Danlanud HND.

Apel tradisi Unicorn Number dan Air Crew digelar sehari berselang setelah HUT Skadron Udara 33 yang jatuh pada 14 Juni setiap tahunnya.
Baca Juga : Pangdam II/Sriwijaya Kirim 450 Prajurit Satuan Tempur ke Papua
Melansir keterangan Penerangan Lanud HND dalam instagram resminya, Minggu (16/5) disebutkan, Marsma TNI Bonang Bayuaji menyematkan Unicorn Number kepada perwakilan Penerbang C-130 Hercules yaitu Mayor Pnb Erwin Tri Prabowo; Kapten Pnb Fachreza Afrilanda; Kapten Pnb Ilman Yakub; dan Lettu Pnb Tegar Cahyo Nugroho. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































