HANKAM

Merajut Kebersamaan di Momentum HUT ke-58 Yonif 411 Pandawa Kostrad

Yonif 411 Pandawa Kostrad.
Yonif 411 Pandawa Kostrad saat Latma Safkar Indopura dengan prajurit Singapura. (Foto: Dok. IDM)

Jakarta, IDM – Kebanggaan terpancar dari wajah Komandan Yonif (Danyonif) 411/Pandawa Letkol Inf Ilham Datu Ramang saat melihat ratusan prajuritnya berbaur menjadi satu dalam acara jalan santai dan senam bersama momentum HUT ke-58 Yonif 411 Kostrad di Kota Salatiga, Rabu (4/6).

Kepada Indonesia Defense Magazine, Ilham mengatakan momentum tersebut sesuai harapannya bahwa semua prajurit, keluarga dalam satuannya tampil dalam kebersamaan.

Baca Juga: TNI AL Bahas Kelanjutan Rencana Pembentukan Kodamar

"Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong semakin kokoh di keluarga besar Pandawa. Jalan santai dan senam bersama ini bukan hanya untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mempererat silaturahmi dan semakin menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap satuan Pandawa yang saat ini berulang tahun ke-58," katanya, Rabu (4/6).

Selain kegiatan jalan santai yang menempuh jarak dua kilometer, Ilham mengatakan kegiatan juga semakin meriah saat pembacaan kupon undian doorprize. Berbagai macam hadiah disediakan dan sangat beragam, mulai dari perlengkapan tactical, alat make up, tas, kupon belanja, hingga 3 unit sepeda dan 1 unit TV 43 inci.

Momentum HUT ke-58 Yonif 411 Pandawa Kostrad.
Kegiatan bersama di momentum HUT ke-58 Yonif 411 Pandawa Kostrad. (Foto: Dok. Penyonif 411 Kostrad)

"Kegiatan senam bersama, dipandu oleh instruktur profesional, senam ini berlangsung dengan penuh semangat dan diiringi musik yang energik. Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas antusias dan semangat para prajurit Pandawa," kata Ilham.

Momentum HUT ke-58 Yonif 411 Pandawa Kostrad.
(Foto: Dok. Penyonif 411 Kostrad)

Berdasarkan catatan dari berbagai sumber, Yonif 411/Pandawa Kostrad didirikan pada 1 Juni 1967 dengan markas di Kota Salatiga, Jawa Tengah setelah sebelumnya bermarkas di Klaten. Satuan ini berada di bawah Divisi Infanteri 2/Kostrad.

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Mayjen TNI Susilo sendiri pernah memuji batalyon ini. Menurutnya Yonif 411 adalah batalyon legendaris yang ada sejak dia kecil.

Baca Juga: Siap Gelar Indo Defence Expo & Forum, Wamenhan: Bentuk Jaga Stabilitas dan Dorong Perekonomian

“Batalyon 411 merupakan satuan legendaris dan memiliki nama besar di kalangan masyarakat sejak saya kecil, banyak prestasi telah di torehkan," katanya di momentum kunjungannya di Yonif 411 beberapa waktu lalu.

Pujian Susilo bukan tanpa alasan, Yonif 411 tercatat sejak tahun 1972 sudah melaksanakan berbagai misi baik bersifat Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Catatan terbaiknya adalah melakukan penugasan luar negeri di Kamboja pada tahun 1992. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.