Menuju Rusia, Kapal Perang TNI AL KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Singgah di Busan

Jakarta, IDM – Kapal perang TNI AL, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 tiba di Pangkalan Busan, Korea Selatan, Minggu (19/7). Persinggahan ini menjadi bagian dari rute pelayaran menuju Vladivostok, Rusia, untuk mengikuti latihan bersama Orruda 2026.
Unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada (Koarmada) II ini langsung memanfaatkan masa sandar di Busan untuk mengisi ulang perbekalan dan memeriksa kondisi teknis kapal. Selain mematangkan kesiapan alutsista, jajaran prajurit juga menjalin komunikasi profesional dengan jajaran Angkatan Laut Korea Selatan.
Asisten Atase Pertahanan RI di Korea Selatan Mayor (Mar) Muhammad Fakhrul bersama pejabat markas armada setempat menyambut kedatangan Satgas Latma Orruda 2026 di dermaga. Penyambutan ini menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Baca Juga: Sembilan Brigjen TNI AD Naik Pangkat, Ada Mantan Kadispenad
Komandan Satgas Latma Orruda 2026 Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas memimpin langsung kesiapsiagaan prajurit di lapangan bersama perwira keselamatan Letkol Laut (P) Angga Radiansyah. Ia memastikan seluruh unsur kapal perang dan personel dalam keadaan siap tempur.
"Selama pelayaran, seluruh personel terus melaksanakan pengecekan kesiapan material maupun personel guna memastikan unsur dan prajurit berada dalam kondisi optimal sebelum memasuki rangkaian latihan di Rusia," kata Ahmad, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (20/7).
Pelayaran internasional yang memakan waktu 42 hari ini membawa 145 personel gabungan. Mereka terdiri atas kru kapal, pasukan khusus Komando Pasukan Katak (Kopaska), tim penyelam, tenaga medis, hingga penerbang helikopter.
Panglima Koarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya sebelumnya mengingatkan para prajurit untuk memanfaatkan momentum pelayaran dan latihan internasional ini secara maksimal.
Baca Juga: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba Indonesia 20 September, Teluk Ratai Disiapkan jadi Pangkalan
"Prajurit harus mendalami cara menangani ancaman wahana tanpa awak permukaan, memperkuat koordinasi antarsatuan, sekaligus bertukar ilmu dan pengalaman dengan Angkatan Laut Rusia," tegas Alit saat melepas keberangkatan satgas di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/7) lalu.
Di Rusia nanti, para prajurit TNI AL akan menguji kemampuan bersama jajaran Angkatan Laut Rusia. Fokus latihan meliputi operasi penyekatan maritim, evakuasi medis, pencarian dan pertolongan, hingga simulasi mengantisipasi serangan drone laut.
Keikutsertaan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dalam agenda ini merupakan implementasi diplomasi maritim TNI AL di kancah global. Latihan bilateral edisi kedua ini melanjutkan kesuksesan edisi perdana tahun 2024 yang saat itu berlangsung di Perairan Jawa.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































