Menuju 2 Oktober, TNI AL Gladi Bersih Presidential Inspection di Teluk Jakarta

Jakarta, IDM – Unsur-unsur kapal perang (KRI) jajaran Komando Armada (Koarmada) II bersama satuan TNI AL lainnya melaksanakan gladi bersih menjelang presidential inspection HUT ke-80 TNI di Teluk Jakarta, Senin (29/9).
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Erwin S Aldedharma hadir meninjau langsung jalannya latihan dari KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang bertugas sebagai kapal markas.
Dikutip dari siaran pers Dispen Koarmada II, Selasa (30/9) gladi bersih mencakup rangkaian demo laut, sailing pass, dan flying pass sebagai upaya memastikan kesiapan seluruh aspek kegiatan sebelum puncak acara pada 2 Oktober. Pemeriksaan dilakukan terhadap manuver unsur, urutan prosesi, kesiapan teknis, serta dukungan personel dan peralatan.
Baca Juga: Naik Pangkat, 25 Pati Bertugas di Luar Struktur TNI AD
Usai pelaksanaan gladi, dilakukan syukuran dan doa bersama di hanggar helikopter KRI Brawijaya-320 sebagai simbol harapan agar seluruh rangkaian Presidential Inspection dapat berlangsung aman dan tanpa kendala.
Menutup peninjauan, Erwin menyampaikan penekanan kepada seluruh unsur panitia pelaksanaan presidential inspection HUT ke-80 TNI.
"Yakinkan kembali kesiapan acara dari sisi fasilitas, prosesi upacara, pendukung dan hiburan serta kesiapan lainnya dalam keadaan siap. Jaga koordinasi dan komunikasi antar bidang agar puncak acara nanti dapat terlaksana dengan tertib, sukses, dan berkesan," ujar Erwin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengungkapkan sailing pass pada 2 Oktober akan menghadirkan atraksi penanggulangan teror dari tiga pasukan khusus TNI AL.
“Aksi penanggulangan teror akan dilakukan oleh pasukan elit TNI AL, yaitu Detasemen Jalamangkara (Denjaka); Komando Pasukan Katak (Kopaska); dan Detasemen Intai Para Amfibi (Denipam)" kata Tunggul, kepada Indonesia Defense Magazine, di Jakarta, Sabtu (27/9).
Baca Juga: Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 12 Kostrad Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Perbatasan
Ia juga menyampaikan, atraksi tersebut akan dipadukan dengan penembakan senjata strategis sebagai bagian dari gelar alutsista terintegrasi. Lebih dari 50 kapal perang akan terlibat, termasuk KRI Brawijaya-320 yang untuk pertama kalinya tampil dalam parade laut, bersama kapal kombatan dan kapal pendukung bersenjata.
Seluruh atraksi tersebut akan menjadi agenda yang akan disaksikan Presiden Prabowo Subianto dalam presidential inspection.
Selain gelar laut, TNI AL juga menyiapkan delapan satuan setingkat brigade dan empat batalyon untuk formasi darat di puncak perayaan HUT ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas) pada 5 Oktober, yang melibatkan unsur dari Koarmada; Korps Marinir, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil); serta lembaga pendidikan seperti Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL). (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































