Menhan Tinjau Latihan Pembulatan Komcad di Batujajar

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto akan melakukan peninjauan langsung latihan pembulatan siswa Komponen Cadangan (Komcad) di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/9/2021).
Kedatangan Menhan Prabowo ini sedianya diisi dengan kemahiran siswa Komcad dengan melakukan demonstrasi keterampilan yang diikuti oleh total 2.500 siswa. Adapun para siswa datang dari lima Komando Daerah Militer (Kodam) yakni Kodam XII/Tanjungpura, Kodam Jaya, Kodam III/ Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro dan Kodam V/Brawijaya.
Sebelum bergabung di Batujajar, para siswa mendapatkan pendidikan dasar militer dan taktis sedikitnya selama tiga bulan di Resimen Induk Kodam (Rindam) masing-masing. Sedangkan kegiatan latihan pembulatan tersebut sedianya dilaksanakan selama dua pekan dan untuk melihat sejauh mana pelatihan yang sudah dijalani sekaligus penguasaan materi yang telah diberikan. (wan)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































