Menhan Tekankan Kesiapan Yonif TP 881 Baratama Dharma di Perbatasan Nunukan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Kalimantan Utara. Menhan kali ini datang untuk meninjau Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 881/Baratama Dharma (BD) di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (2/10).
Kunjungan ini menyoroti kesiapan satuan dalam menghadapi dinamika wilayah perbatasan. Sebelum meninjau kesatrian, Menhan Sjafrie terlebih dahulu bersilaturahmi dengan Bupati Nunukan Irwan Sabri, kemudian menerima paparan dari Danyonif TP 881/BD mengenai kesiapan operasional pangkalan serta perkembangan situasi di kawasan perbatasan.
Menhan bersama rombongan meninjau langsung Marshalling Area dan memberikan pengarahan kepada prajurit.
Baca Juga: Mulai Jalani Pendidikan Pertama, 15 Siswa PSDP Ditempa jadi Calon Penerbang TNI
Dalam arahannya, Sjafrie menegaskan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang dipikul Yonif TP 881/BD sebagai batalyon pertama yang menetap secara permanen di garis depan perbatasan darat negara.
“Kalian harus siap menghadapi tantangan dan ancaman. Tentara Nasional Indonesia harus siap menghadapi ancaman di manapun untuk mengamankan dan mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Menhan.
Sjafrie menjelaskan, prajurit Yonif TP memiliki kualifikasi ganda, yaitu kemampuan tempur sekaligus teritorial pembangunan. Sebagai prajurit tempur, setiap personel wajib menguasai tiga kemampuan dasar utama, yakni menembak, patroli taktis, dan bela diri.
Di sisi lain, sebagai batalion teritorial pembangunan, prajurit juga dituntut menguasai keterampilan produksi (pertanian, peternakan), konstruksi, serta pelayanan kesehatan. Hal ini bertujuan agar kehadiran TNI di perbatasan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat mengatasi kesulitan sehari-hari.
Baca Juga: Gerak Cepat Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin Tangani Tiga Titik Api di Riau
“Menguasai keterampilan pertanian, peternakan, dan kesehatan adalah untuk membalas jasa rakyat di sekelilingmu. Tujuannya agar rakyat merasa aman dan nyaman atas kehadiran prajurit,” ujar Menhan.
Menhan juga mengingatkan pentingnya memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Ia menekankan agar prajurit menjauhi segala bentuk pelanggaran, termasuk judi online, minuman keras, maupun narkoba, serta senantiasa patuh pada komando pimpinan.
“Orang tua kalian adalah rakyat Indonesia, mereka sudah mewakafkan kalian untuk menjadi prajurit TNI. Tugas prajurit hanya satu: menjaga kedaulatan NKRI dan membuat rakyat Indonesia aman dan nyaman,” pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































