HANKAM

Menhan Sjafrie Ungkap Dua Fungsi Utama yang Melekat pada Yonif TP

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat mengunjungi marshalling area Yonif TP 339/Jaya Perkasa di Ujung Jaya, Sumedang, Jawa Barat. (Foto: Dok. Tim Media SS)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap dua fungsi utama yang melekat pada Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Hal itu diungkap saat Menhan Sjafrie mengunjungi marshalling area Yonif TP 339/Jaya Perkasa di Ujung Jaya, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (25/9).

Dalam pengarahannya, Sjafrie menekankan bahwa prajurit Yonif TP wajib menguasai kualifikasi mendasar sebagai prajurit satuan tempur seperti keahlian menembak, bela diri, dan patroli taktis untuk mencari serta menemukan sasaran.

Baca Juga: Satlap Tri Cakti kembali Gagalkan Upaya Penyelundupan 3,6 Ton Bijih Timah Senilai Rp1, 44 Miliar

“Kemampuan yang diperlukan untuk Batalion Infanteri adalah menembak, bela diri, dan patroli. Ini harus dilatih agar mampu menjadi prajurit Batalion Infanteri,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI.

Di sisi lain, prajurit Yonif TP juga dibekali keterampilan di bidang konstruksi serta produksi seperti peternakan, perikanan, pertanian, dan kesehatan. Hal ini dikarenakan prajurit Yonif TP juga sebagai satuan teritorial.

“Sebagai (prajurit) Batalion Teritorial Pembangunan, prajurit disiapkan di kompi-kompi pertanian, konstruksi, kesehatan, dan peternakan untuk bisa mengabdi kepada rakyat dalam pembangunan,” tutur Sjafrie.

Menhan juga memberikan penekanan khusus agar setiap satuan terus membangun tradisi sebagai wujud kehormatan dan kebanggaan prajurit. Ketersediaan lapangan tembak serta sarana dan prasarana latihan dipandang sebagai sarana menjaga kehormatan satuan.

Oleh karena itu, Sjafrie mengimbau agar satuan tempur rutin melaksanakan latihan menembak guna memelihara kebanggaan dan kehormatan tersebut.

Baca Juga: Amankan Distrik di Papua Tengah, Koops TNI Habema Klaim Tembak Mati Empat Anggota OPM

Kemhan RI menyatakan bahwa pembangunan Yonif TP selaras dengan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (sishankamrata) dan strategi pertahanan pulau-pulau besar.

Kehadiran Yonif TP diharapkan mampu menghadapi berbagai kontinjensi, baik dalam operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.