Menhan Sjafrie Undang Militer Cina untuk Ikut Latma Heping Garuda

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengundang militer Cina, dalam hal ini Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) untuk ikut dalam Latihan Bersama (Latma) bersandi Heping Garuda.
Undangan itu disampaikan Menhan Sjafrie saat melaksanakan courtesy call dengan Menteri Pertahanan Cina H.E Admiral Dong Jun di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Jumat (21/8).
“Kami mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk ikut serta dalam latihan bersama seperti Heping Garuda yang merupakan salah satu bentuk konkret hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok,” tutur Sjafrie.
Kali terakhir, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Cina menggelar Latma Heping Garuda pada 2024. Hal itu dibahas dalam pertemuan koordinasi antarangkatan laut (NTNCT) di Beijing, China, pada 28-31 Oktober 2024.
Sjafrie mengatakan, kerja sama militer dan pertahanan dengan Cina akan ditingkatkan, tidak hanya terkait materiil, tetapi juga dalam peningkatan kemampuan personel.
“Jadi kita akan tingkatkan latihan bersama, kita tingkatkan sekolah (pendidikan), dan pertukaran prajurit TNI, tidak hanya di tingkat perwira, tetapi juga di tingkat bintara dan tamtama dalam kaitannya latihan bersama,” kata Sjafrie.

Selain itu, Indonesia juga akan meningkatkan kerja sama di bidang industri pertahanan dengan Cina.
“Ini merupakan suatu langkah maju yang dilakukan di era pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia saat ini dan pada masa yang akan datang,” tutur Menhan RI.
Baca Juga: KSAU Serahkan 46 Ton Bantuan TNI AU untuk Korban Gempa NTT
Sementara itu, Dong Jun mengatakan bahwa hubungan Cina dan Indonesia saat ini berada di titik awal yang baru karena kepemimpinan Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dong Jun menyebutkan, Cina dan Indonesia adalah negara senasib sepenanggungan yang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan pembangunan di kawasan.
“Kita memikul tanggung jawab bersama dan tepat saatnya untuk mempererat kerja sama pertahanan. Kita akan bergandengan tangan, mempercepat pembangunan modernisasi pertahanan nasional, membangun benteng keamanan yang kokoh untuk pembangunan masing-masing. Memberikan lebih banyak kestabilan dan kepastian kepada dunia yang penuh perubahan dan gejolak,” kata Dong Jun.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































