HANKAM

Menhan Sjafrie Tinjau Yon TP di Lokasi Cetak Sawah Sejuta Hektare, Minta Prajurit Siap dengan Berbagai Tantangan Tugas

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau markas Yonif TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, pada 23 Mei 2025. (Foto: Dok. Kemhan)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau markas Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (23/5).

Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie memberikan semangat sekaligus apresiasi kepada para prajurit muda yang bertugas di daerah operasi.

Sjafrie menyampaikan bahwa Yon TP dibentuk sebagai tempat pembinaan prajurit dan membentuk kemampuan dasar keprajuritan.

Baca Juga: Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto Jabat Pangdivif 3 Kostrad

“Namun, seluruh personel tetap harus memiliki kesiapan penuh sebagai prajurit yang bertugas di wilayah operasi,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Senin (25/5).

Sebagai satuan yang berada di ujung timur Indonesia, prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur juga dituntut untuk selalu siap menghadapi berbagai tantangan tugas.

Selain itu, para prajurit juga diingatkan untuk menjaga kekompakan, meningkatkan kemampuan bela diri, serta menumbuhkan rasa persaudaraan tanpa membedakan latar belakang suku maupun daerah asal.

Site plan markas Yonif TP 861
Site plan markas Yonif TP 861. (IDM/Nirmala Maulana)

Sjafrie mengatakan bahwa seluruh perlengkapan dan fasilitas yang digunakan prajurit berasal dari rakyat, sehingga setiap prajurit harus senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

Ia meminta para prajurit TNI untuk hadir membantu kesulitan rakyat, menjaga sikap, serta tidak menyakiti hati masyarakat di sekitar wilayah penugasan.

“TNI merupakan tentara rakyat yang lahir dari rakyat, mengabdi untuk rakyat, dan pada akhirnya akan kembali ke tengah masyarakat,” ujar Sjafrie.

Baca Juga: Jelang Operasi Pulau Terluar, Marinir Simulasi Sergap Kapal di Laut Lampung

Berdasarkan catatan Indonesia Defense Magazine (IDM), markas Yon TP 861/Maleo Kamur berada di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, yang merupakan lokasi proyek strategis nasional (PSN) cetak sawah sejuta hektare.

Lokasi markas Yon TP 861 berdekatan dengan wilayah pesisir atau tepi laut, dengan banyak rawa di sekitarnya.

Sebelum ini, Menhan Sjafrie pernah berkunjung ke markas Yon TP 861 pada 2 Januari 2026.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.