HANKAM

Menhan Sjafrie Tinjau Progres Pembangunan Batalyon Teritorial 838 di Selatan Jawa

Menhan dan Yonif Teritorial Pembangunan 838.
Usai meninjau Yonif Teritorial Pembangunan 838 di wilayah Cilacap, Menhan Sjafrie bersama prajurit makan siang bersama. (Foto: Dok. Tim Media Menhan Sjafrie)

Jakarta, IDM – Pastikan kesiapan operasional satuan TNI sebagai bagian dari implementasi kebijakan Perisai Trisula Nusantara, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Batalyon 838/Purwa Wijaya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/7).

Kedatangan Menhan Sjafrie sekaligus meninjau progres pembangunan sarana dan prasarana markas serta yang berdiri di lahan seluas 318,8 hektare di wilayah pesisir selatan Cilacap serta kesiapan personel dalam menjalankan tugas pertahanan wilayah.

“Wilayah ini tengah bertransformasi menjadi pusat kekuatan teritorial yang strategis bagi pertahanan negara,” kata Menhan Sjafrie.

Baca Juga: KSAL Pimpin Wisuda 99 Mahasiswa STTAL di Surabaya

Batalyon ini akan dilengkapi dengan kompi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan agar dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Dalam amanatnya untuk seluruh prajurit Batalyon 838, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya menjaga soliditas, disiplin, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ia juga berpesan agar para prajurit selalu menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan loyalitas setiap melaksanakan tugas.

“Kebersamaan, kekompakan, dan ketulusan dalam mengabdi kepada rakyat adalah kunci kekuatan pertahanan kita,” ucap Menhan Sjafrie.

Menhan Sjafrie mengatakan, kehadiran dirinya bukan hanya untuk meninjau kesiapan satuan, tetapi juga untuk memberikan semangat dan memastikan bahwa seluruh prajurit siap secara mental, fisik, dan operasional.

Baca Juga: Brigjen (Mar.) Ena Sulaksana: Sosok Danpasmar 1 yang Baru, Pernah Bebaskan Sandera Somalia dan Terima 11 Penghargaan

Pembangunan ini sejalan dengan program prioritas nasional yang diusung Kementerian Pertahanan melalui kebijakan Perisai Trisula Nusantara, yakni sistem pertahanan yang mengintegrasikan kekuatan darat, laut, dan udara untuk menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Indonesia.

“TNI bukan hanya alat pertahanan negara, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan bangsa,” ujarnya menutup kunjungan.

Keberadaan Batalyon 838 di Adipala diharapkan tak hanya memperkuat pertahanan teritorial, tetapi juga menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan wilayah perbatasan serta kawasan pesisir selatan Jawa. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.