HANKAM

Menhan Sjafrie Tinjau Potensi Integrasi Teknologi Radar dan Drone Pertahanan PT Len

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau PT Len Industri di Bandung, Jawa Barat. (Foto: Dok. PT Len Industri)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kapabilitas teknologi dan fasilitas produksi elektronika pertahanan yang dikembangkan PT Len Industri (Persero).

Dalam kunjungannya ke PT Len, Bandung, Jawa Barat, Selasa (27/10), Menhan Sjafrie melihat langsung pengembangan radar, pesawat tanpa awak (drone), hingga sistem komunikasi taktis dan optronik.

“Menhan meninjau fasilitas produksi elektronika pertahanan, termasuk perangkat alat komunikasi, yang mencakup keseluruhan proses secara end-to-end, mulai dari perancangan, produksi, integrasi, hingga pengujian fungsi dan penjaminan mutu produk,” tulis siaran pers PT Len, dikutip Kamis (29/10).

Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Langsung Proyek-proyek Terbaru PT PAL, KSOT hingga Fasilitas Kapal Selam

PT Len menulis, kunjungan tersebut juga melihat potensi integrasi teknologi radar dan drone untuk mendukung pemantauan kondisi operasional secara lebih menyeluruh.

“Integrasi berbagai teknologi ini merupakan bagian dari pendekatan interoperability, yaitu kemampuan sistem dan perangkat yang berbeda untuk saling terhubung, bertukar informasi, dan bekerja secara terpadu guna mendukung efektivitas operasional pertahanan,” tulis PT Len.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada teknologi elektronika pertahanan dan integrasi sistem, PT Len terus memperkuat kesiapan produksi, proses pengujian, serta penjaminan mutu produk untuk menghasilkan solusi yang andal sesuai kebutuhan pengguna.

Melalui pendekatan interoperabilitas, PT Len berkomitmen tidak hanya mengembangkan produk dan teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi terintegrasi yang memungkinkan berbagai sistem pertahanan bekerja secara sinergis.

Baca Juga: Wamenhan Richard Hadir di ADMM ke-20, Tekankan Soliditas ASEAN Hadapi Tantangan Geopolitik

Kepada jajaran PT Len, Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa industri pertahanan dalam negeri harus terus diperkuat agar semakin mandiri, menguasai teknologi, dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Joga Dharma Setiawan menyatakan bahwa PT Len akan terus memperkuat perannya sebagai integrator sistem elektronika pertahanan melalui pengembangan kapabilitas teknologi, penguatan ekosistem industri nasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan kandungan dan kemampuan industri dalam negeri, serta memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia,” kata Joga.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.