HANKAM

Menhan Sjafrie Tinjau Pengamanan Kilang Pertamina Internasional, TNI Gelar Sistem Antidrone dan Drone Intai

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran meninjau pengamanan Kilang Pertamina Internasional, Refinery Unit (RU) III Plaju. (Foto: Dok. Tim Media SS)

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran meninjau pengamanan Kilang Pertamina Internasional, Refinery Unit (RU) III Plaju di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (11/12).

Dalam peninjauan tersebut, Menhan Sjafrie didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Muhammad Saleh Mustafa, Kepala Bagian Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabaloghan Kemhan) Marsdya Yusuf Jauhari, Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen Ujang Darwis hingga Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Sjafrie menyampaikan bahwa pengamanan instalasi strategis Pertamina merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: 1.742 Calon Prajurit TNI AD Ikut Pendidikan Infanteri

Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah strategis guna mencegah gangguan yang dapat berdampak luas bagi distribusi energi dan kehidupan masyarakat.

Seperti diketahui, dasar dari pengamanan objek vital nasional (obvitnas) adalah Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004.

Sjafrie menyampaikan pentingnya deteksi dini terhadap ancaman teknologi modern, seperti serangan drone, yang kini menjadi salah satu risiko signifikan bagi objek vital nasional.

Baca Juga: 188 Prajurit TNI AD Pindah Golongan dari Tamtama ke Bintara

Kepada para prajurit, Menhan RI menekankan keamanan dan kelancaran operasional kilang harus menjadi prioritas utama.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
Sjafrie meminta para prajurit menjaga disiplin dan saling mengingatkan selama bertugas. (Foto: Dok. Tim Media SS)

“Oleh karena itu, kamu harus waspada, kamu harus siap siaga,” kata Sjafrie kepada para prajurit.

Sjafrie juga meminta para prajurit menjaga disiplin dan saling mengingatkan selama bertugas.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 846 KS, Tekankan Kesiapan Satuan dan Ketahanan Pangan

Pengamanan Kilang RU III Plaju yang memiliki luas lebih dari 500 hektare dilakukan melalui penempatan personel TNI di berbagai pos strategis. Penempatan tersebut didukung peralatan modern seperti sistem anti-drone, drone intai, dan perangkat keamanan lain.

Dalam arahannya dalam rapat, Menhan Sjafrie mengatakan perlunya penyempurnaan reposisi dan konsentrasi personel di titik paling rawan, penempatan pos komando yang tersamar, dan pengawasan ketat terhadap mobilitas personel yang keluar masuk area kilang.

Menhan juga meminta latihan rutin dan evaluasi berkelanjutan, serta menginstruksikan Direktur Utama Pertamina memastikan kesiapan peralatan pemadam kebakaran dan fasilitas keselamatan. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.