Menhan Sjafrie Tinjau JS Kunisaki dan Chinook yang Bantu Padamkan Karhutla, Telepon Menhan Jepang

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki beserta tiga helikopter CH-47 Chinook di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (15/9).
Tiga helikopter Chinook yang dibawa menggunakan JS Kunisaki itu dioperasikan untuk mendukung percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie menyampaikan apresiasi secara langsung kepada seluruh unsur pimpinan pasukan bela diri Jepang (JMSDF) yang berada di atas kapal JS Kunisaki.
Baca Juga: KSAL Keliling Fasilitas Militer Pakistan, Cek Kapal Selam hingga Fregat
Sjafrie menyempatkan diskusi bersama para pimpinan delegasi Jepang, antara lain Joint Force Commander Colonel Nakahara Syunzi, 1st Amphibious Squadron Commander Colonel Noma Toshihide, JS Kunisaki Commander Lieutenant Colonel Osanai Tetsuya, CH-47 Squadron Commander Lieutenant Colonel Wakatsuki, dan pimpinan tim aju Colonel Ichihasi.
Menhan RI beserta jajaran juga menerima laporan langsung terkait kondisi dan perkembangan operasional pasukan Jepang di lapangan.

Sjafrie juga berinteraksi secara langsung melalui sambungan telepon dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi.
“Sebagai Menteri Pertahanan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran,” kata Sjafrie dalam keterangannya.
Dalam kunjungan itu, Sjafrie turut didampingi Panglima Kohanudnas Marsdya Andyawan Martono Putra, Wakil KSAL Laksdya Edwin, Panglima Koopsudnas Marsdya Minggit Tribowo hingga Kepala Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Marsdya Yusuf Jauhari.

Sjafrie menjelaskan bahwa bantuan Jepang ini bergabung dengan Satgas TNI untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Juga: TNI AD Sudah Bangun 2.700 Jembatan dan 3.000 Sumur Bor
“Meskipun kemampuan nasional tetap dikerahkan secara penuh, dukungan dari Jepang diintegrasikan agar penanganan bencana dapat berjalan semakin cepat dan efektif,” tutur Sjafrie.
Sjafrie berharap integrasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan soliditas kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata di lapangan, mempercepat pemadaman titik api serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla.
Dalam operasinya, TNI juga menempatkan tiga safety officer dari masing-masing matra, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU di setiap helikopter Chinook Jepang. Mereka ditugaskan untuk mendukung koordinasi operasional pelaksanaan bantuan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































