Menhan Sjafrie Tekankan Status Siaga 1 untuk Jamin Keamanan Masyarakat

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa status siaga 1 ditetapkan tidak lain untuk meyakinkan dan menjamin keamanan masyarakat.
Sebelumnya, Panglima TNI memerintahkan jajarannya untuk siaga 1 mulai 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Perintah melalui Telegram bernomor TR/283/2026 itu muncul di tengah dinamika geopolitik khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: 8 Kolonel TNI AD Pecah Bintang, Ini Daftarnya
Sjafrie menuturkan, siaga 1 merupakan istilah yang umum digunakan di kalangan militer tetapi banyak diartikan menjadi bahasa politik. Ia menekankan, siaga 1 berarti para prajurit harus mengikuti perkembangan regional.
"Kesiagaan yang kita lakukan ini adalah bagian dari geostrategi," imbuhnya di Kemhan, Jakarta, Kamis (12/3).
Ia menyerukan agar masyarakat tidak khawatir. Sebaliknya, status siaga 1 ditetapkan guna meyakinkan masyarakat bahwa keamanan tetap terjamin di tanah air.
Baca Juga: Menhan-Menhut Bahas Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pertahanan dan Rencana Polhut Dijadikan Komcad
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Justru sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat itu adalah aman dan nyaman. Itulah tugas kami secara nasional untuk mengatur kebijakan nasional dan Panglima TNI untuk mengatur kebijakan operasional," ujarnya.
"Jadi kesiagaan ini adalah untuk meyakinkan rakyat bahwa republik dalam keadaan aman dan tentunya harus nyaman dari segi sandang, pangan dan papan," jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































