Menhan Sjafrie Sebut Dualisme Kualifikasi Yonif TP Selaras dengan Sishankamrata dan Defensif Aktif

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkan bahwa pembentukan Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) selaras dengan sistem pertahanan yang dianut Indonesia.
Hal itu diungkapkan Menhan Sjafrie saat kunjungan kerja ke marshalling area Yonif TP 880/Banuanta di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jumat (2/10).
Sjafrie menekankan esensi Yonif TP sebagai satuan dengan kualifikasi ganda yang dirancang untuk memperkuat pertahanan negara di perbatasan darat Kalimantan.
Baca Juga: Tiga Faktor Utama TNI Lumpuhkan Ancaman Multidomain
“Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan memiliki dua fungsi utama. Setiap satuan tempur wajib menguasai kemampuan dasar tempur, yaitu menembak, bela diri serta patroli taktis untuk mencari dan menemukan sasaran,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI.
Di sisi lain, fungsi produksi seperti pertanian, peternakan, perikanan, fungsi konstruksi serta pelayanan kesehatan harus mampu dijalankan secara optimal sebagai satuan teritorial pembangunan.
Sjafrie menjelaskan bahwa dualisme kualifikasi Yonif TP selaras dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).
“Serta strategi pertahanan defensif aktif yang dianut bangsa Indonesia dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI,” ucap Menhan RI.
Baca Juga: Dari Kemhan ke Wantimpres, Rekam Jejak Letjen Purn Ida Bagus Purwalaksana
Sjafrie menekankan, kehadiran Yonif TP di kawasan perbatasan darat harus mampu menjamin keamanan lingkungan, mengayomi masyarakat, dan memanjatkan benteng pertahanan negara yang kokoh.
“Kalian berada di tempat ini untuk menjaga kedaulatan negara dan membuat rakyat merasa aman serta nyaman. Kalian adalah prajurit TNI yang lahir dari rakyat, dibiayai oleh rakyat, dan bertugas membalas jasa rakyat melalui pengabdian terbaik,” kata Sjafrie.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































