Menhan Sjafrie: Pertahanan Kita Sishankamrata, tak Seorang pun Lepas Tanggung Jawab Amankan Kedaulatan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa sistem pertahanan Indonesia menggunakan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta atau biasa disebut sishankamrata.
Hal itu disampaikan Menhan Sjafrie saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (9/12).
Sjafrie mengatakan bahwa pertahanan negara bukan semata-mata tugas TNI, melainkan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.
“Pertahanan negara kita, sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, jadi tidak seorang pun lepas kewajiban untuk mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Infohan Kemhan RI, Rabu (10/12).
Baca Juga: Pangkoarmada II Bertemu Atase Pertahanan Italia, Kolaborasi Latihan dan Keamanan Kawasan Dibahas
Mengutip Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor 12 Tahun 2021 tentang kebijakan penyelenggaraan pertahanan negara 2020-2024, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 30 ayat (2) menetapkan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sishankamrata.
Sesuai dasar tersebut, kebijakan pertahanan negara tidak dapat ditinjau hanya dari perspektif pertahanan semata. Namun, dalam pengelolaannya merupakan satu kesatuan konseptual pertahanan dan keamanan yang bulat dan utuh.
Dalam kuliah umum tersebut, Menhan Sjafrie juga menekankan bahwa perjuangan bangsa membutuhkan simpul-simpul kekuatan yang mampu menumbuhkan semangat kolektif.
Baca Juga: Hubungkan Daerah-daerah yang Terputus, TNI Kirim 14 Jembatan Aramco ke Lokasi Banjir-Longsor Sumatra
“Sangat diperlukan simpul-simpul yang menyemangati perjuangan kita, dan Unhas adalah salah satu tempat di mana hadir para pejuang dengan kapasitas yang sangat tinggi,” kata Sjafrie.
Nilai kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika turut menjadi perhatian utama dalam kuliah umum tersebut. Sjafrie menilai prinsip persatuan dalam keberagaman terbukti ampuh sebagai fondasi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, agar tidak mengabaikan persatuan dan kesatuan nasional dalam situasi apa pun.
“Bhinneka Tunggal Ika itu ampuh, jadi kita jangan sampai mengabaikan persatuan dan kesatuan nasional,” kata Menhan RI. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































